Sepulang dari kantor, Salfa pun langsung pulang ke rumah. Dia tidak mungkin datang ke rumah Raziq lagi. Bisa-bisa orang tuanya akan curiga jika dia terlalu sering meminta izin menginap di rumah Hani. Tapi ada sesuatu yang masih dia khawatirkan. Sampai sekarang Raziq belum mengabarinya sama sekali. Raziq pun hanya membaca pesan darinya tanpa membalasnya. Ketika Salfa menelfonnya pun tidak diangkat oleh Raziq. “ Baru kemarin kita baikan mas, kenapa kamu menghilang lagi seperti ini mas. Kenapa kamu buat aku taku lagi mas.” Ucap Salfa yang terus menelfon Raziq. “ Apa benar yang di ucapkan Hani mas, apa kamu hanya mempermainkanku.” Pikirnya. TOK... TOK... TOK..!! “ Fa, ini mama fa. Apa mama boleh masuk.” Tanya mamanya. “ Masuk aja ma, ngga Salfa kunci kok.” Balas mamanya. Mamanya pun lan

