Dengan mata berkaca-kaca, Salfa terus memandangi isi kamar yand dulu selalu menemaninya. Dia benar-benar bahagia bisa kembali dan diterima menjadi bagian dari rumah ini lagi. “ Fa.” “ Mama.” “ Walaupun Salfa ngga ada, mama selalu menyuruh bibi untuk membersihkan kamar Salfa seperti apa yang selalu Salfa inginkan. Mama ngga pernah merubahnya sayang.” Ucap mamanya. “ Makasih ya ma, Salfa benar-benar bahagia karena Salfa bisa kembali dengan kalian.” Balasnya sambil memeluk sang mama. “ Mama pun bahagia sayang, oh iya malam ini kamu jadi kan nginep sini.” Tanya mamanya. “ Jadi kok ma, Salfa udah izin sama mas Raziq.” “ Fa.” “ Apa kamu bahagia hidup dengan Raziq.” Tanya mamanya yang terlihat khawatir. “ Bahagia kok ma.” “ Apa Raziq sudah tidak menyakitimu seperti dulu lagi. Apa kelu

