Selama perjalanan pulang setelah mengantarkan nenek Ana, Raziq lebih banyak diam. Apalagi melihat raut wajah Salfa yang berubah lebih ceria setelah kehadirannya di rumah sakit. Raziq terus memikirkan tentang permintaan nenek Ana, dan Raziq akui kalau apa yang diucapkan nenek Ana benar. Dia egois, dia bisa bahagia bersama keluarganya, tapi kenapa Salfa tidak, kenapa aku tetap menjauhkan dirinya dengan keluarganya. “ Apa hari ini kamu bahagia.” Tanya Raziq. “ Iya dong, aku bisa ketemu sama nenek. Dan aku bisa bertemu dengan anak-anak. Apalagi aku dapat kabar baik tentang keadaan salah satu anak disana. Kata dokter ada perkembangan yang bagus. Anak-anak disana sudah seperti keluarga bagiku mas.” Jawab Salfa yang tidak melepaskan senyuman di wajahnya. “ Apa keluarga bagimu penting fa.” Ta

