Setelah Jiola bilang demikian, entah mengapa suasana yang hening dan sepi, jadi semakin sunyi dari sebelumnya, rasanya seperti tidak ada kehidupan di tempat itu, bahkan Sakugo hanya mematung mendengar hal itu. Dia bingung dan agak seSakugot malas untuk berekspresi, jadi dia memutuskan untuk diam saja sembari kembali melangkahkan kakinya ke depan, meninggalkan Jiola yang merupakan perempuan berambut perak panjang yang selalu mengaku-ngaku sebagai kakaknya itu. Sontak, Jiola terkejut saat Sakugo sama sekali tidak menahannya atau kembali membawanya pergi bersamanya, Sang Adik benar-benar menampilkan sikap yang sudah tidak peduli lagi pada dirinya, seolah-olah apa pun yang perempuan itu lakukan tidak begitu penting. Tentu saja itu membuat perasaan Jiola jadi terasa sakit dan perih, dicampakk

