Mengikuti perintah Kale, Olive pulang ke rumah. Sampai disana tak ia dapati mama kandungnya. Olive jadi curiga. Perlahan ia mendatangi kamar Rose "Nyonya... Nyonya, apa saya boleh masuk?" tanyanya lembut. Sejahat apapun Rose, Olive masih menyimpan rasa sayang kepada wanita yang melahirkannya ke bumi. Rasa sayang yang di balut keenggan-an untuk mengakuinya membuat perasaannya terombang ambing antara iba dan kecewa Tetapi kali ini ia tak mungkin mengabaikan Rose, sesaat ia mendorong pintu kamar Rose yang tidak terkunci. Olive merasa kaget luar biasa karna Rose pingsan di lantai "Nyonya. Nyonya" Buru-buru tangannya memapah kepala Rose. Tadinya ia cuma mau lihat wanita yang dengan teganya merencanakan pembunuhan sekali lagi ke Dude. Tak cukupkah ia melenyapkan ayah kandungnya sampai Rose ju

