"Nona... Kenapa Nona duduk disini?!" tanya Eugine. Tadinya pria tua itu mau menghampiri Rose. Memberi tahu nyonya'nya kalau ada panggilan dari kantor beberapa kali. Tetapi di tengah jalan ia mendapati Mina yang duduk di bawah lantai sambil menangis. Wajahnya memerah, matanya bengkak. Pastinya gadis ini sudah begitu lama menahan pilunya. pikir Eugine "Biar saya antar Nona ke kamar!" ucapnya sambil membangunkan Mina. Mina menurut ia berdiri dengan bantuan tangan Eugine. Mina sudah sampai di depan pintu kamarnya. Tapi bukannya masuk, gadis itu justru hanya tertunduk membuat rasa penasaran semakin mengusai hati Eugine "Ada apa, Nona?" tanyanya lembut. Mina mengangkat dagunya, selain Kale dan Olive memang hanya Eugine yang peduli padanya. Tetapi ia juga sadar, dirinya tidak boleh begitu akr

