“Aku mau tunggu, Mas” Mungkin Mina tidak mau terlelap sampai fajar menyingsing dan cahaya rembulan menggantikan sang mentari menyinari dirgantara. Yah, Mina berjanji akan membolakan matanya dari serangan kantuk demi melihat Kale pulang “Ini, Eugine” kata Mina sambil mengembalikan ponsel pria itu “Apa ada yang bisa saya lakukan lagi untuk Nona?” tawar Eugine. Mina tersenyum ditambah gelengan lemah “Aku juga tidak akan makan malam. Aku akan makan itu saja, Eugine” ungkapnya sambil menunjukkan s**u jahe di tambah coklat yang terletak di nakas. Wanita itu tidak nafsu makan, semua yang berada disini seakan tidak bisa menaiki keinginannya untuk menjajal segala kuliner dari berbagai belahan bumi. Padahal baik Fitri dan para maid lainnya selalu saja menanyakan makanan kesukaannya. Entahlah, bah

