“Aahhk... Aahkk!” "Kita harus lapor dengan nyonya Rose kalau laki-laki itu berhasil kabur” sebut salah satu dari ketiga orang yang tadi di pukul Hasa menggunakan balok kayu “Egghh, Egghhh... Tapi Nyonya pasti akan marah” tanggap lainnya resah. Mereka hanya preman kampung yang di bayar Rose dengan perjanjian bisa menghabisi nyawa Hasa. Nyatanya lelaki itu lebih licin dari belut, lebih tangguh dari seekor kuda liar sampai bisa lepas dari serangan ke limanya. Laki-laki yang bertubuh lebih besar darinya “Yah gimana lagi, habisnya” sahut yang lainnya putus asa --- Dengan keberanian yang tersisa, kelimanya menghadap Rose untuk memberikan laporan atas pekerjaan mereka "Kalian berhasil'kan?" duga Rose dengan senyum iblisnya Kelimanya tidak mampu menjawab. Meski Rose wanita dan ia seorang d

