bc

Perjanjian Dengan Lampor Culun

book_age18+
183
IKUTI
1K
BACA
comedy
twisted
humorous
kicking
spiritual
like
intro-logo
Uraian

"Ya ampuun, kenapa Bapak bisa hamil??" teriak Rara.

"Paling Bapak hamil anggur," jawab Baim, suaminya.

"Tapi mana ada anggur yang mau jadi anak Bapak!"

"Hamil anggur bukan berarti punya anak anggur Dodoool!"

Tau ah! Rara bingung. Kenapa Bapak bisa hamil? Ngidamnya ngeselin lagi!

Suaminya yang ganteng akut juga jadi gatal-gatal dan dirinya sendiri jatuh ke kamar mandi gara-gara nyender di pintu yang terbuka. Semua pasti karena perjanjian dengan Lampor Culun itu. Ada apa dengan perjanjian dengan Lampor Culun ya? Yuk ikuti cerita Baim dan Rara!

chap-preview
Pratinjau gratis
Aduh, Sempit!
"Aduhh ... Aduh ... Sakit, Mas. Jangan keras-keras dong dorongnya!" "Habis sempit banget sih." "Iya tapi aku sakit, Mas." "Biarin aja, salah sendiri sempit." Lama-lama aku mulai kesal dengan Mas Baim. Dengan kaki bertumpu pada tembok, kudorong p****t kuat-kuat. Gubrak!!! Akhirnya Mas Baim jatuh dari tempat tidur dan mendarat dengan sukses di lantai. "Hahaha, rasain kamu, Mas!" tawaku girang. "Huh, dasar orang kismin! Ngapain sih punya dipan aja sempit banget. Kan nggak cukup buat berdua," keluh suamiku itu sambil mengelus kepala yang sempat terantuk pinggir dipan saat jatuh tadi. Ih, ngapain dia ngatain aku orang miskin! Langsung kuambil guling dan memukulkan ke kepalanya. "Sembarangan ngatain orang kismin! Gini-gini walaupun miskin tapi aku sama orang tuaku nggak males, Mas. Jangan sembarangan ngomong! Salah sendiri kamu yang nikahin aku. Ini kan dipanku, nggak apa-apa dong kalau sempit. Salah sendiri kamu nebeng dipan!" omelku. "Iya, tapi kan aku suamimu. Udah, geser! Geser!" Eiits, Sembarangan aja Mas Baim nyuruh aku geser. Langsung kuangkat kaki kanan menahan tubuhnya yang mau dia taruh di dipan. "Nggak usah tidur di sini! Kan kamu udah ngatain aku kismin!" kataku. "Ya, terus aku tidur di mana dong?" tanya Mas Baim sambil menguap lebar-lebar. Aku turun dari dipan. Segera menggelar karpet, tikar, dan melapisi lagi dengan bed cover supaya agak tebal. "Mas tidur sini!" kataku sambil menepuk lapisan bed cover yang kugelar itu. "Nggak mau! Kamu aja yang tidur di situ." Mas Baim tidak mau mengalah. Dengan mengantuk ia hampir saja naik ke dipan. Gesit aku langsung melompat mendahuluinya. Kuangkat salah satu kaki untuk menahan tubuhnya. "Jangan tidur di sini!" kataku. Kuposisikan badan, tangan, dan kaki ke mana-mana untuk memenuhi dipan. "Pokoknya jangan tidur di sini!" seruku. "Uh, dasar, istri durhaka!" umpat Mas Baim. "Biarin, salah sendiri nikahin aku. Siapa suruh!" Akhirnya lelaki berbadan tinggi yang masih mengantuk itu membaringkan badannya di lapisan bed cover yang kugelar. Tak lama kemudian dia sudah tertidur lelap. Tuh kan, tidur di bawah aja udah nyenyak, ngapain ganggu aku tidur di dipan. Aku pun mulai tidur dengan tenang. Mau dibilang istri dzolim, biarin aja. Siapa suruh nikahin aku! Kalau nggak terpaksa aku juga nggak mau. Sambil berupaya tidur aku mulai terbayang-bayang kenapa diriku bisa nikah sama Mas Baim. Waktu itu aku lagi beres-beres di warung bakso Bapak. Tiba-tiba ada suara ribut. "Ra! Rara! Bapakmu kecelakaan!" terdengar teriakan panik Bu RT. Astaga! Bapaaak! Aku langsung menangis meraung-raung. "Eh, udah dulu dong nangisnya! Buruan tutup warung baksomu! Segera ke Rumah Sakit." Aku pun mengikuti titah Bu RT. Pelanggan yang sedang makan paham, mereka segera menyelesaikan makan dan warung langsung ditutup. Dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya aku dan Ibu langsung menyusul Bapak ke Rumah Sakit. Aku memang anak pedagang bakso. Ada yang bilang aku anak orang miskin, tapi bodo amat. Yang penting bagiku dan keluargaku adalah bekerja keras. Walaupun kismin, Bapak tetap semangat ingin menjadikanku orang kaya. Karena itu Bapak menguliahkanku di universitas swasta ternama yang konon mahasiswanya kaya-kaya. Bapak berpikir siapa tahu nanti aku dapet suami kaya. Cita-cita Bapak belum terlaksana sepenuhnya. Karena walaupun aku udah lulus, tetep aja belum dapat kerja dan belum dapat suami kaya. Tapi aku terus berjuang untuk meningkatkan harkat derajat keluargaku. Tiap hari aku dan Ibu jualan bakso di warung sementara Bapak mendorong gerobak bakso berjualan dari pagi hingga sore. Lupakan dulu cerita tentang bakso, sekarang kita balik ke Bapak yang kecelakaan. Aku dan ibu tiba di Rumah Sakit. Tampak Bapak udah diperban dengan noda merah ala bendera Jepang di dahinya, tapi ia masih tersenyum. Melihat senyum Bapak, aku dan ibu jadi lega, sebab tadi pikiranku udah yang enggak-enggak. "Alhamdulillah ya, Bapak kecelakaan," kata Bapak santai saat kusalami dan kucium tangannya. Gubrak! Kata-kata Bapak bikin aku kaget. Kalau ini film kartun pasti aku sudah meloncat ke tembok dengan kaki di atas. Tapi ini cerbung di Inovel, jadi aku cuma ngomong, "Ih Bapak ngapain sih? Kecelakaan kok bilang alhamdulillah?" Bapak pun menjawab, "Iya, karena Bapak kecelakaan, kamu dapat jodoh, Nduk. Jodohmu ganteng dan kaya, seperti yang Bapak inginkan." Jeng jeng jeng! Apa?? Apa?? Aku pun kaget dengan wajah melotot seperti sinetron Indosemar. Bapak pun bercerita, tadi dia sedang keliling jualan bakso dengan gerobaknya. Tiba-tiba sebuah mobil mewah menabraknya. Karena Bapak seorang pedagang bakso yang baik hati, tidak sombong, suka menabung, dan sering mengamalkan pancasila sila 1 hingga 5, Bapak jadi tukang bakso kesayangan. Warga pun hampir mengamuk pada Si Penabrak Bapak. "Tolong! Tolong! Jangan hajar saya! Saya janji mau memberi apapun yang korban minta asal saya jangan diapa-apakan!" teriak Si Penabrak. Akhirnya Bapak pun bertanya, "Mas Penabrak, siapakah namamu? Dan siapa orang tuamu?" "Nama saya Ibrahim Seno Hariwijaya, Pak. Bapak saya Pak Hariwijaya, pemilik pabrik rokok terbesar di kota ini," jawab penabrak tadi. "O begitu," kata Bapak sambil melirik mobil dan cowok itu bergantian. Kemudian ia berkata,"Permintaanku hanya satu, Mas. Nikahi anak saya." Cowok itu berkata, "Tapi, Pak ...." "Aduuh ... Aduuuh ... Jantungku sakit! Kayaknya aku mau mati!" Bapak langsung teriak-teriak. "Tolong suruh pemuda itu menepati janji yang katanya mau memberikan apapun permintaanku!" Warga pun kembali mau menghajar pemuda itu. "Baik, baik, saya berjanji akan menikahi anak Bapak!" kata pemuda itu. "Baik, kalau gitu, sekarang bawa saya ke Rumah Sakit di ruang paling mahal," kata Bapak lagi memanfaatkan keadaan. "Tapi Pak ...." "Aduuh, aduuh, tolong aku sesak nafas!" teriak Bapak. "Baik, baik, Bapak saya bawa ke Rumah Sakit di ruang termahal!" kata pemuda yang nabrak Bapak. Bapak pun menutup ceritanya. "Begitulah awal mula Bapak bertemu jodohmu, Rara. Dan lihat lah, dia di belakangmu." Pandangan Bapak beralih ke belakangku. "Mas Ibrahim, perkenalkan, ini Rara anak saya. Calon istrimu." Aku menoleh pada sosok yang diajak bicara Bapak. Jeng jeng jeng! Apa?? Apa?? Aku dan Baim sama-sama melotot kaget. Orang yang disebut Bapak sebagai calon suamiku itu Si Baim, orang tersongong di kampusku dulu. Dia memang anak orang kaya, jadi selalu sembarangan pada orang lain. Dia senang membully orang, aku juga pernah jadi korban bullyannya. Selain itu dia juga play boy kelas kakap. Banyak cewek yang dia sakiti. Bahkan ada yang hanya dipacari seminggu lalu ditinggalkan begitu saja. Mana mau aku nikah sama dia! Aku takut dia manfaatin situasi aja. Misal, pura-pura mau menuhin permintaan Bapak nikahin aku dan setelah bosan ditinggalin. Tadinya aku sempet nolak, tapi Bapak pura-pura mau mati, jadi terpaksa aku menerimanya. Itulah kenapa aku mempertahankan keperawananku meskipun aku sudah nikah sama dia, karena aku takut dia bakal ninggalin aku setelah dapet apa yang dia incar. Begitulah sejarahnya kenapa malam pertama ini terjadi. Kusuruh suamiku tidur di lantai beralas bed cover agar aku aman dari sentuhannya. Kini aku pun mulai mengantuk dan tertidur. Pagi hari aku terbangun karena sebuah suara. "Hoek ... Hoek ...." Kudengar Mas Baim muntah-muntah di kamar mandi. Dih, ngapain dia muntah-muntah di kamar mandi? Jangan-jangan dia yang hamil, wkwkwkwk. *Bersambung*

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.1K
bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
65.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook