Pertandingan Basket yang Tidak Fair

1107 Kata

Acara penutupan ospek selesai. Aku dan Nana mengejar Rivaldy. "Rivaldy! Rivaldy! Kok kamu sembarangan nerima tawaran main basket sih?" tanyaku gelisah. "Lho ya nggak apa-apa, itu positif kan. Untuk mengawali persahabatan senior dan yunior. Lagi pula ini untuk menunjukkan prestasimu ke temen-temen mahasiswa," jawab Rivaldy tenang. "Prestasi apa?? Aku nggak pernah menang pertandingan basket, bahkan sama sekali aku nggak bisa basket. Jangankan basket, nangkap bola saja aku meleset," kataku. "Ya, ini hanya taktik Baim untuk mempermalukan Rara dan membalas para yunior yang melawannya," Nana menambahkan. Rivaldy menepuk jidat. "Wah, aku salah berarti!" "Iya, coba negosiasi lagi, tetep bertanding basket, tapi jangan aku sama Nana yang main," pintaku. "Tambahan info ya," lanjut Nana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN