Derita Bapak-bapak Hamil

966 Kata

Mobil berjalan mengantarku pulang. Kalau biasanya Mas Baim nyetir dan aku di sampingnya, kini aku di belakang sibuk ngerawat Bapak yang repot ini itu karena hamil. Setelah mobil berhenti di depan rumah, aku membantu Bapak turun dari mobil. Bapak turun sambil memegangi perutnya, takut keguguran. Saat itu tampaklah Pak Udin lagi nyapu teras rumah. "Selamat pagi, Pak Udin!" Aku dan Mas Baim menyapa ramah padanya. "Selamat pagi!" jawab Pak Udin, tapi pandangan lelaki itu langsung tak enak saat melihat Bapak. "Mas Baim, Mbak Rara, siapa dia?" tanya Pak Udin. "Dia mertua saya, Pak," jawab Mas Baim. Raut wajah Pak Udin langsung tampak kaget. Cepat-cepat dia jalan masuk rumah. Eh, kenapa dia? "Woi! Kamu kenapa?! Bingung ya lihat orang ganteng!" Tiba-tiba Bapak berseru pada Pak Udin.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN