ENAM PULUH LIMA

1985 Kata

Hampir setiap hari, Adji selalu datang ke rumah sakit. Disempatkannya mampir setelah pulang sekolah dan sebelum les atau setelah les, sekadar untuk melihat dan menunggu kabar baik dari Naraya. Dia juga selalu berusaha bercerita dan mengajak Naraya mengobrol, berharap Naraya dapat mendengar semua itu. Hari ini, Naraya berulang tahun ke-17. Adji sudah datang lebih dahulu sebelum dibuka pintu ICU untuk jam besuk malam, tetapi kedatangan Gesna membuatnya berdecak sebal. Cewek itu memaksa untuk bertemu Naraya duluan. "Kak, gue duluan nanti yang masuk, ya? Urgent nih," pinta Gesna tidak tahu diri. "Nggak mau. Gue duluan yang datang, kok," tolaknya. Kali ini saja Adji mau egois. "Ya elah, bentaran aja. Gue mau kasih Nay sesuatu." Gesna tetap memaksa. Di tangan cewek itu ada kertas tergulung.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN