ENAM PULUH EMPAT

2401 Kata

Perawat yang sudah memasang bantuan kepada Naraya akhirnya keluar dan mempersilakan Adji untuk masuk. Setelah menggunakan baju khusus pengunjung ICU, dia melangkah mendekati Naraya. Adji memandang semua itu nanar. Terlalu banyak kabel, selang, tiang dan monitor yang membuatnya merasa sangat sesak. Dia merasa seperti teriris pedih. Naraya masih terlelap dengan selang besar ventilator di mulut dan penyangga leher. Beberapa jarum seperti infus dan transfusi darah bercokol di tangan cewek itu. Kepalanya penuh perban dan beberapa bagian rambut bahkan dipotong agar mempermudah penjahitan. Adji bergidik dan meringis, ikut merasakan sakit yang Naraya rasa. Badannya terasa lemah tak bertulang. Semua terasa tidak masuk akal. Dia baru saja berbicara dengan Naraya, sore tadi. Dia baru saja membenta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN