DUA PULUH EMPAT

1226 Kata

“Kenapa codot satu itu ada di sini?” bisik Naraya kepada Ajeng. “Hah? Codot? Yang mana satu? Semua aja lo bilang codot!” tanya Ajeng mengikuti arah ekor mata Naraya, tertahan di seseorang. Renard. “Ya mana gue, tahu? Kan, tiap pelantikan kita memang ngundang OSIS.” Naraya mendengkus. Memang diundang tapi sebagai formalitas karena setiap organisasi akan mengundang wakil dari OSIS jika mengadakan acara. Yang sudah-sudah, wakil dari OSIS tidak akan datang karena tahu itu bukan benar-benar ajakan. Hanya basa-basi. “Lo ngundang OSIS?” “Ya, iyalah,” balas Ajeng mengedikkan bahu. Tentu saja, undangan ke pihak sekolah dan pihak OSIS dilayangkan tiga hari sebelum hari H. Naraya berdecak. “Gue kan anak OSIS. Ngapain lagi ngundang OSIS lagi. Apalagi codot sampai datang.” Naraya bersungut pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN