LIMA PULUH ENAM

1235 Kata

Naraya menatap sekeliling dengan aneh. Pagi ini, tatapan yang didapatnya sangat mengganggu. Ada apa ini? Beberapa perempuan berbisik-bisik ketika dia lewat namun bubar ketika dipandangi. Begitu pula laki-laki, mereka memandangi Naraya dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan pandangan yang membuatnya bergidik. "Ngapain lihat-lihat gue kayak gitu?" tegurnya mendesis. Mereka hanya diam dan tersenyum penuh makna. "Mata lo turunin! Nggak suka gue cara ngelihat lo!" Tunjuk Naraya ke seorang cowok yang tak lama langsung gelagapan dan berlari menghilang. Siàlàn! Ada apa sih sebenarnya? Baru saja Naraya akan memasuki kelas, Asri langsung menghampiri bangkunya. Cewek itu menarik paksa tangannya, mengajak berlari ke belakang. "Ci, kenapa?" Naraya makin bingung. Sampai di taman belakang, Asr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN