Pada tiap embus napas yang kulewati setiap detiknya. Untuk jutaan debar jantung yang berdetak setiap detiknya. Untuk setiap kata maaf yang belum terjawab. Aku masih menunggu. Bukan hal yang mudah untuk mengembalikan kepercayaan orang yang sudah terlanjur kecewa. Banyak cara sudah aku lakukan, tetap saja berakhir di jalan buntu. Tetapi aku tidak ingin menyerah. Bagaimana pun aku ini seorang anak yang masih membutuhkan orang tua, walau kini tanggung jawabku sudah berpindah pada suami. Aku tidak ingin hidup dalam rasa bersalah yang terus menemani setiap langkahnya. Pekerjaan Raka yang tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu dua puluh empat jam membuatku harus lebih bersabar, bahkan sampai dua minggu sebelum due date yang diprediksi dokter, Raka masih ada schedule yang tidak bisa ia tinggalk

