Yumna berlari menuju kelasnya dan tidak sengaja menabrak seseorang hingga terjatuh.
“Aduh ...! Gimana sih kalau jalan?” Yumna berkata dengan kesal sambil mengusap pantatnya yang sakit.
“Maaf, saya tadi buru-buru,” kata seseorang itu melihat Yumna berdiri sambil membersihkan celananya.
Dia memberikan ponsel Yumna yang terjatuh dan langsung diterima olehnya. Yumna melihat jas yang dikenakan orang itu dan merasa tidak enak karna dirinya menabrak seniornya.
“Maaf, Kak. Tadi saya yang salah karna buru-buru,” Yumna merasa bersalah.
“Tidak apa-apa,” kata orang itu sambil tersenyum.
“Kalau gitu, saya permisi dulu, Kak,” pamit Yumna sambil lalu.
Yumna masuk ke kelasnya dan heran mendapati ruangannya kosong.
"Kok kosong? Ke mana semua?” Yumna berkata lirih dengan napas terengah-engah.
Ketika akan menghubungi temannya, dia terkejut karna ponsel itu bukan miliknya.
“Ini ponsel siapa? Masa sih ketuker sama kakak tadi?” tanyanya heran sambil melihat-lihat ponsel itu.
Yumna berjalan melewati taman dan melihat teman-temannya berada di sana. Dia berjalan cepat, lalu duduk di samping temannya.
"Kok di sini? Kelasnya sudah selesai?" tanya Yumna melihat temannya.
"Pak Kim ada urusan," jawab Chung Ae singkat.
"Oh gitu," Yumna manggut-manggut.
"Apa itu?" tanya Yumna penasaran melihat Chung Ae yang senyum-senyum sendiri memandang ponselnya.
"Aku menang tiket undian fansign," Chung Ae menjawab dengan riang.
“Siapa?” Yumna semakin penasaran.
“Star Moon, dong,” jawab Chung Ae antusias.
"Star Moon?" batin Yumna.
"Mereka semua biasku. Terutama Lee Ryung Seok, suami idamanku banget," lanjut Chung Ae.
"Biarin saja, dia lagi ngehalu," kata Myung San menunjuk Chung Ae dengan dagunya.
"Kamu ganggu saja, aku ini fans beratnya Ryung Seok," Chung Ae terdengar kesal, dia melempar camilan ke arah Myung San yang langsung ditangkapnya.
"Acaranya nanti siang," Chung Ae menatap Yumna dengan mata yang berbinar.
Yumna hanya tersenyum canggung melihat temannya.
"Ternyata, dia fansnya kakak. Aku baru tahu," batinnya sambil melihat Chung Ae yang tidak bosan memandang ponselnya.
Shin Chung Ae dan Choi Myung San adalah teman kuliah Yumna. Mereka berteman sejak pertama masuk kuliah.
“Ponselmu baru?” tanya Myung San melihat ponsel Yumna di meja.
“Oh, ini. Bukan punyaku. Tadi aku nggak sengaja nabrak kakak senior, kayaknya ketuker,” jawab Yumna.
“Coba lihat,” Myung San mengambil ponsel itu dari meja lalu mengeceknya.
“Ini punya kakak senior jurusan arsitek,” kata Myung San sambil menggoyang ponsel itu.
“Siapa?” tanya Yumna penasaran.
“Kwon Noel. Anak arsitek yang terkenal itu,” Myung San menunjukkan logo kecil pada casing ponsel itu.
Mendengar ucapan Myung San, keduanya tampak terkejut dan tidak percaya.
***
Sebelum ke tempat fansign, Yumna melaksanakan sholat dhuhur dulu di masjid. Sebagai umat muslim yang tinggal di Korea, dia tetap melaksanakan kewajiban sholatnya.
Acaranya mulai ramai, karna banyak fans yang datang untuk melihat bias mereka. Yumna duduk di barisan depan dan melihat performance kakaknya yang sudah dimulai. Seperti biasa, dia mendapat tiket acara dari pamannya dan selalu datang hampir setiap acara yang diadakan Star Moon. Mata Yumna dan Ryung Seok bertemu, membuat lengkungan indah di bibir keduanya.
Yumna menghela napas, ketika melihat antrian panjang di depannya. Mereka semua mengantri, untuk mendapatkan tanda tangan para anggota Star Moon.
"Chung Ae pasti ada di antrian. Semoga saja nggak ketemu," Yumna berkata lirih sambil menurunkan topinya.
"Lagian kenapa sih, kakak minta aku ikutan antri tanda tangan. Padahal bisa di rumah," lanjutnya sambil melirik ke arah kakaknya yang jauh.
Tiba saatnya untuk Yumna mendapatkan tanda tangan. Dia menyerahkan albumnya pada Kim Hyuk San.
"Halo," sapa Hyuk San tersenyum melihat Yumna.
"Halo, Kak," balas Yumna tersenyum.
Hyuk San menandatangi album sambil mengajak ngobrol dan tos tangan. Yumna mengucapkan terima kasih dan berpindah ke anggota lainnya secara bergantian.
Ketika di meja Ryung Seok, sang kakak menandatangi album sambil menyelipkan sesuatu di bawahnya.
"Jangan lupa dimakan," Ryung Seok berkata lirih sambil tersenyum melihat adiknya.
Yumna mengangguk pelan, lalu mengucapkan terima kasih dan beranjak pergi. Dia berhenti, lalu melihat apa yang diselipkan kakaknya.
"Coklat," katanya riang.
Yumna melihat ke arah kakaknya yang sedang sibuk. Tiba-tiba... Dia terjatuh di lantai dengan tas, album, dan coklat yang berserakan.
"Maaf ya, saya nggak sengaja," kata seorang fans melihat Yumna dengan tatapan tidak suka.
Yumna hanya menghela napas, lalu berdiri dan mengambil barang-barangnya.
"Eh ... ini coklat dari Kak Ryung Seok, kan?" tanya fans itu dengan suara keras agar yang lain bisa mendengarnya.
Yumna hanya diam melihat salah satu fans kakaknya itu. Mata Ryung Seok tertuju pada adiknya yang mulai dikelilingi oleh fans-fansnya. Dia melihat manajernya yang langsung diangguki oleh Dae Baek. Beliau berjalan mendekati Yumna.
"Serius?" tanya fans lainnya tidak percaya.
"Saya lihat sendiri, waktu Kak Ryung Seok nyelipin ini di bawah album," Fans itu menggoyangkan coklat yang dibawanya.
"Kok cuma dia yang dapet coklat," kata fans lainnya yang merasa iri.
"Iya, padahal dia nggak ngasih apa-apa ke anggota Star Moon. Kita yang ngasih, malah dia yang dapet. Kok bisa sih, dia menang tiket undian," kata fans lainnya terdengar meremehkan sambil melihat Yumna dari kepala sampai kakinya.
Dae Baek menerobos masuk kerumunan, lalu melihat Yumna yang sedang menahan kesal dan tangis. Yumna melihat pamannya menggelengkan kepala ke arahnya. Dia yang kesal, memilih pergi dari sana. Dari kejauhan, Ryung Seok hanya menghela napas ketika melihat adiknya pergi. Dia merasa bersalah pada adiknya. Dae Baek mengambil coklat milik Yumna dari tangan fans, lalu membubarkan kerumunan.
Di dalam bis, Yumna mendengarkan lagu-lagu milik Star Moon. Dia melihat keluar jendela yang sedang turun hujan.
"Kalau mereka tahu, aku diminta datang langsung sama artisnya sendiri. Gimana reaksinya, ya?" Yumna berkata lirih.
Dalam perjalanan pulangnya, Ryung Seok sangat khawatir pada sang adik, karna nomernya tidak bisa dihubungi.
"Coklatnya Yumna," kata Dae Baek menyerahkan coklat pada Ryung Seok.
"Kakak sudah nyoba telepon Una? Aku telepon berulang kali, tapi nggak aktif,” Ryung Seok menerima coklat itu.
“Mungkin baterainya habis,” Dae Baek melihat wajah khawatir artisnya dari kaca spion tengah.
"Kalau beritanya nyebar, aku bantu bereskan," lanjutnya.
***
Di dapur, Yumna sedang sibuk memasak kepiting asam manis kesukaan kakaknya.
"Kamu masak apa?" tanya Ryung Seok tiba-tiba berdiri di samping adiknya.
"Masya Allah, Kak. Ngagetin saja," Yumna melotot melihat kakaknya.
“Maaf. Habis aromanya enak, kakak jadi penasaran,” kata Ryung Seok.
“Wah, kesukaan kakak ini,” lanjutnya sambil melihat ke dalam panci.
Yumna memindahkan lauk ke mangkuk besar dan meletakkannya di meja makan. Dia menyiapkan nasi dan peralatan makan di meja.
"Kakak sudah makan?" tanya Yumna melihat kakaknya.
"Belum," jawab Ryung Seok sambil duduk di kursi meja makan.