bc

Terjaga Dalam Dekapan Hangat Kakakku

book_age18+
85
IKUTI
1K
BACA
goodgirl
popstar
K-pop
drama
sweet
bxg
campus
city
first love
actor
like
intro-logo
Uraian

“Kak, sepertinya aku suka sama kakak. Aku nggak bisa ngendalikan jantungku saat di dekat kakak. Aku harus gimana?”

-Yumna Akira Dirgantara-

“Nggak boleh ada rasa suka yang lebih diantara kita, Una. Aku sangat menyayangimu, menyukaimu, tapi hanya sebatas kakak untuk adiknya. Kakak nggak bisa menjauhi kamu, karna kamu tanggung jawab kakak. Semoga seiring waktu, kamu bisa melupakan rasa itu untuk kakak dan bisa menyukai pria lain yang lebih baik.”

-Lee Ryung Seok-

***

Yumna Akira Dirgantara atau Goo Mi Cha (20). Ditinggal pergi sang papa dan kehilangan mamanya secara bersamaan sejak kecil. Dia pindah serta tinggal di Korea dan memiliki kakak yang sangat menyayanginya. Seiring berjalannya waktu, dia memiliki perasaan khusus terhadap sang kakak.

Lee Ryung Seok (26). Seorang aktor dan member boygrup terkenal asal Korea. Dia memiliki adik perempuan yang sangat dijaganya.

Perbedaan terlihat sangat jelas diantara keduanya. Akankah Yumna mengutarakan cintanya pada sang kakak?Bagaimanakah kisah perjalanan Yumna selanjutnya?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 01. Yumna dan Ryung Seok
Seoul - Korea Selatan. Seorang wanita muda, tengah sibuk menyiapkan sarapan di dapur. Dia meletakkan menu terakhir di atas meja, lalu menyimpan celemeknya. Yumna Akira Dirgantara/Goo Mi Cha (20). Tinggi 170 cm, berambut panjang hitam legam, berwajah Asia, dan berkulit kuning langsat. Dia seorang mahasiswi, disalah satu Universitas ternama di Korea. Dia juga belajar bahasa Korea sejak dirinya pindah dan menetap di sana. "Kakak belum pulang, ya?" Yumna menatap pintu penghubung antara lantai apartemen miliknya dengan milik sang kakak. Yumna mengambil ponsel dari saku celananya, lalu duduk di kursi makan. Dia menghela napas panjang dan pelan ketika tidak mendapat pesan dari sang kakak. Terdengar bel berbunyi. Gegas dia membuka pintu dan berharap itu adalah kakaknya. "Paman," dia tampak sedikit kecewa karna ternyata bukan sang kakak. "Belum pulang?" tanya Dae Baek masuk ke dalam dan duduk di sofa. Goo Dae Baek (35), manajer Ryung Seok beserta boygrupnya, Star Moon. Dia memperdalam belajar bahasa Indonesia, agar lebih mudah berkomunikasi dengan Yumna ketika kecil. "Iya," Yumna menutup pintu dan mengikuti Dae Baek. Dae Baek melirik Yumna sekilas, lalu membaca koran di tangannya. Dia tahu bahwa anaknya sedang kesal dan memilih untuk diam saja. “Mungkin kakak ketemu fansnya, keasyikan ngobrol terus lupa pulang," Yumna duduk di seberang pamannya. Dae Baek menutup sebagian korannya, lalu melihat Yumna dengan tatapan heran. "Iya. Aku tahu, Paman. Masalahnya kalau kakak telat, aku juga telat ke kampusnya. Dia selalu minta makanannya dipanasin dulu, karna sudah dingin," jelas Yumna dengan nada kesal. "Ini tadi, aku masak agak siangan, Paman. Tapi sama saja, telat," lanjutnya. Dae Baek hanya tersenyum, melihat anaknya yang terkadang cerewet. Dia melanjutkan membaca korannya. Yumna melihat jam tangannya, meraih tasnya, lalu bersiap untuk pergi. "Sarapannya buat paman sama kakak saja. Aku pergi dulu, biar nggak ketinggalan bis lagi," pamit Yumna mencium punggung tangan Dae Baek. "Nanti, minta kakak saja yang manasin makanannya, jangan paman," lanjutnya. "Kamu nggak makan dulu?" tanya Dae Baek. "Di kampus saja, Paman," jawab Yumna sambil lalu berjalan keluar. "Semoga keputusan kami bener," lirih Dae Baek menatap punggung anaknya sampai tidak terlihat. Yumna keluar dari lift dan berdiri di depan apartemen milik kakaknya. "Sudah mau pergi?" terdengar suara yang familiar di telinga Yumna. Dia menoleh ke arah suara itu berasal dan melihat sang kakak berdiri di depannya. Lee Ryung Seok (26). Tinggi 183 cm, berwajah Asia, dan berkulit putih. Salah satu anggota dari boygrup Star Moon. Dia juga salah satu aktor ternama di dunia hiburan Korea. Ryung Seok juga memperdalam belajar bahasa Indonesia karna tuntutan pekerjaan dan agar lebih mudah berkomunikasi dengan adiknya. "Iya. Ngejar bis, biar nggak ketinggalan lagi," jawab Yumna terdengar kesal sambil memalingkan wajahnya. Ryung Seok tersenyum melihat adiknya ngambek. "Sudah makan?" tanyanya. "Di kampus saja," jawab Yumna singkat. "Kakak tahu gimana kamu tumbuh," Ryung Seok menyentil kening adiknya. "Ish ... Kakak. Aku bukan anak kecil lagi," Yumna mengusap keningnya. "Makan dulu, nanti kakak yang anter," ajak Ryung Seok merangkul bahu adiknya. "Kakak bau, tahu," Yumna kesal sambil melepas tangan kakaknya. "Masa sih," Ryung Seok mencium bau badannya sendiri. "Enggak ah, cuma kamu yang bilang gitu. Tadi jogging, banyak perempuan yang deketin kakak," lanjutnya. "Itu memang fansnya kakak, nungguin kakak keluar jogging," kata Yumna. "Kamu nggak termasuk fans? Nonton drama, film, dan nirukan dance kakak. Itu semua yang dilakukan fans, lho," Ryung Seok bersedekap menatap sang adik. Yumna selalu kehabisan kata-kata menghadapi kakaknya. Dia meraih tangan kakaknya, lalu mencium punggung tangannya dan berniat pergi. Tapi langkahnya terhenti, karna sang kakak lebih gesit darinya. "Kakak yang manasin makanan," kata Ryung Seok merangkul bahu adiknya. "Tetap telat, Kak. Sekarang sudah jam setengah sepuluh," kata Yumna jengkel mencoba melepas tangan sang kakak. "Dari sini atau lantai atas?" tanyanya tanpa memperdulikan protes adiknya. Yumna menunjuk ke atas, lalu mereka naik lift menuju apartemen milik Yumna. "Sudah lama di sini?" tanya Ryung Seok melihat manajernya. Dae Baek hanya melihat Ryung Seok sekilas, lalu kembali menghangatkan makanan. Yumna meletakkan tasnya di sofa, lalu mendekati Dae Baek dan mengambil alih sutil di tangannya. "Biar Una saja, Paman," katanya. "Kamu duduk saja, biar paman yang manasin," Dae Baek mengambil sutil dari tangan Yumna. "Kamu cepetan mandi," kata Dae Baek menunjuk Ryung Seok dengan dagunya. *** Ryung Seok mengantar Yumna ke kampus. Mobil mereka, berhenti tidak jauh dari kampus. "Nggak telat, kan," kata Ryung Seok. "Iya. Tapi belum dihitung, aku jalan ke kelasnya," Yumna kesal melihat kakaknya. "Kamu yang nggak mau," Ryung Seok melihat adiknya. Yumna menghela napas, lalu membuka pintu mobil bersiap untuk keluar. "Nanti siang jangan lupa, ya," kata Ryung Seok mengingatkan. Yumna menoleh, lalu mengangguk dan keluar dari mobil. "Semoga … keputusanku ngajak kamu ke sini, bener. Janjiku pada beliau, akan aku tepati," Ryung Seok berkata lirih sambil menatap punggung adiknya sampai tidak terlihat. Dia menyandarkan punggungnya sambil mengingat masa lalunya. Flashback On Dua belas tahun yang lalu, Surabaya – Indonesia. Seorang remaja laki-laki sedang bersandar pada mobilnya dengan tangan bersedekap dan menatap langit. "Aku masih mau di sini," katanya. "Nggak bisa, Ryung Seok. Malam ini, kita harus secepatnya kembali ke Korea," kata Dae Baek, sang manajer dari jendela mobil yang terbuka. "Tiga hari," tawar Ryung Seok. "Tolong! Tolong!" terdengar suara teriakan dari kejauhan. Keduanya menajamkan telinga dan mencari sumber suara itu. Ryung Seok melihat seorang anak kecil sedang berlari ke arahnya. Dia terkejut saat anak kecil itu menarik-narik bajunya sambil menangis. "Tolongin mamahku, Kak," katanya sambil terisak. "Ada apa? Kenapa kamu nangis?" tanya Ryung Seok, dia berjongkok agar tinggi mereka seimbang. Ryung Seok mengusap air mata anak itu dan bertanya lagi, tapi sang anak hanya menangis. Dae Baek keluar dari mobil dan mendekati mereka berdua. "Adik Kecil, ada apa?" tanya beliau melihat anak kecil itu. Anak itu melihat keduanya bergantian, lalu menarik tangan Ryung Seok dan mengajaknya berlari ke taman. Setibanya di sana, Ryung Seok serta Dae Baek terkejut melihat kondisi Mama anak itu. Gegas, mereka membawa sang ibu ke rumah sakit. Beberapa hari setelah kepergian sang adik, Yumna dan Mamanya masih terlihat sedih. Ryung Seok merasa kasihan melihat keduanya. Dia pun memilih untuk tinggal lebih lama, yang awalnya ditolak oleh sang manajer. Dae Baek bisa melihat, ada kebahagiaan sedikit dari wajah Mama Yumna ketika melihat perhatian Ryung Seok untuk anaknya. Mereka bisa berkomunikasi dengan baik karna Ryung Seok dan Dae Baek pernah belajar bahasa Indonesia sebelumnya. Mama Yumna bersyukur, bertemu dengan Ryung Seok dan manajernya. Dia bisa melihat bahwa mereka adalah orang yang baik. Dia melihat Dae Baek menyelimuti anaknya yang sedang tertidur di sofa dan melihat Ryung Seok selalu menghibur anaknya ketika menangis. Mama Yumna terlihat lemah berbaring di ranjang, dengan selang oksigen di hidungnya. Ryung Seok serta manajernya duduk di samping ranjang, sedangkan Yumna terlelap tidur di sofa dengan balutan selimut. "Terima kasih sudah mau membantu kami, Nak,” Mama Yumna berkata pelan sambil melihat Ryung Seok. "Sama-sama, Bu," balas Ryung Seok. "Kalau boleh, saya ada permintaan terakhir,” Mama Yumna terbata-bata karna napasnya mulai sengal. “Apa itu, Bu? Kalau saya bisa, akan saya penuhi,” Ryung Seok terlihat khawatir sambil memegang tangan Mama Yumna. “Una tidak punya siapa-siapa selain saya. Kalau saya pergi, dia akan sendirian ….” "Tolong jangan bicara seperti itu, Bu," sela Dae Baek terlihat ikut khawatir. “Saya mohon, tolong jaga dan rawat dia,” pinta Mama Yumna. Ryung Seok berfikir keras, lalu melihat ke arah Yumna. Tatapannya terlihat tidak tega membiarkan Yumna seorang diri. Kemudian, dia melihat manajernya seolah meminta persetujuan dan langsung diangguki oleh sang manajer. "Kami berjanji akan merawatnya, Bu,” Ryung Seok bersungguh-sungguh. “Di dalam koper, ada beberapa surat penting yang akan kalian butuhkan nanti,” kata Mama Yumna. "Dan saya mohon, tolong biarkan dia tetap muslimah,” lanjutnya dengan susah payah. Ryung Seok mengangguk, sedangkan Dae Baek pergi untuk memanggil dokter. "Terima kasih banyak, Nak. Saya bisa pergi dengan tenang sekarang," kata Mama Yumna. Beliau mengucapkan dua kalimat syahadat, menutup mata, dan pergi untuk selamanya. Flashback off

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.2K
bc

TERNODA

read
199.6K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
73.5K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook