Rania tersenyum bahagia setelah ada orang yang memuji nya saat ini. Tidak ada yang bisa dia katakan lagi untuk melakukan nya.
“Terima kasih Renata kau sudah banyak berperan di dalam kisahku sampai aku tidak tahu cara berterima kasih kepada dirimu saat ini, walaupun Mas Fajar masih saja belum menerima aku di sini, dan membuat diri ini semakin yakin kalau diri ini tidak ada satupun yang membuat diri ini semakin yakin tidak ada yang bisa menggantikan kau di hati mas Fajar. Huft... tetapi aku tetap sabar dan terus saja menganggap semua nya bisa di jalani sampai kapanpu itu dilakukan sampai perjalanan panjang ini sama sekali.”
Ucap Rania di dalam hati nya sambil menitikan air mata nya yang tidak bisa di tahan nya lagi.
Suasana di dalam kantor Fajar yang sudah tidak sabar mengetahui apa yang sudah di katakan lagi saat ini hanya ingin melakukan yang terbaik, dia sangat bimbang apa yang di lakukan saat ini tidak ada satu pun perjalanan nya.
“Huft... aku masih bingung apa yang harus aku katakan lagi, di sini aku hanya bisa bertahan untuk melakukan nya. Ini semua nya aku lakukan untuk Renata dan melakukan yang terbaik untuk dia juga.”
Dia mulai bersiap untuk makan malam ini dan Fajar tidak mengetahui kalau diri nya sedang berada di satu titik nya saat ini.
“Oke aku akan pergi sekarang mana tahu kalau Renata sudah menunggu di sana, di sisi lain juga tidak ada yang bisa di lakukan nya semi mendapatkan yang terbaik juga.”
Akhir nya Fajar melaju kencang mobil nya dan tidak butuh waktu lama dia sampai dengan wajah kebingungan melihat tidak terlihat mobil milik Renata tidak ada yang tidak di temukan nya dari tadi.
“Memang nya Renata tidak membawa mobil apa ? aku juga bingung mungkin saja di tidak mau membawa nya.”
Di saat dia melangkag kaki nya dan dia berusaha untuk menenangkan diri nya dan di saat itu melihat Fajar yang sedang duduk di sendiri, lalu pria itu langsung saja pergi menghampiri Rania.
“Rania... kau sendiri saja?”
“Iya mas aku sendiri dari tadi di sini, tadi Renata mengatakan untuk aku pergi terlebih dulu sampai di sini, dia akan menyusul.”
“Oo iya aku juga dia katakan begitu, iya sudah kita tunggu saja dia datang.”
“Oke baiklah Mas.”
“Kalau kau ingin pesan makan pesan saja dulu.”
Saat dia sedang ingin berdiri, salah satu pelayan yang menghampiri mereka membawa makanan yang sudah di siapkan dengan spesial untuk mereka berdua.
“Maaf, di sini saya akan melayani anda, makanan yang sudah di siapkan silahkan di santap.”
Ucap pelapayan itu langsung saja menyodorkan dua surat untuk Rania dan Fajar.
“Ini apa?”
Tanya Rania kepda Pelayan itu.
“Iya ini apa ? kenapa ada surat untuk kita berdua juga.”
“Maaf saya harus menyampaikan ini sebagaian dari tugas yang akan di selesaikan sampai jam 9 malam, jadi saya akan melayani anda berdua untuk menyajikan makan malam romantis yang telah di pesan atas nama kan Renata.”
Rania dan Fajar langsung saling bertatap mata, wajah Fajar dan Rani begitu terkejut.
Dengan buru buru mereka berdua membuka surat tersebut, ternyata surat itu dari Renata yang membuat nya.
Rania langsung mengambil ponsel untuk menelepon Renata tetap tidak ada di angkat sama sekali oleh wanita tersebut.
“Kau menelepon siapa?”
Tanya Fajar kepada Rania.
“Aku menelepon Renata kenapa dia melakukan nya, padahal dia tadi mengatakan kalau akan datang untuk melakukan nya saat ini.”
“Memang diri ini semakin yakin, dia melakukan semua rencana ini agar dia bisa mempertemukan aku dengan Rania.”
Ucap Fajar di dalam lamunan nya.
“Mas, kenapa kau diam saja? Kau tidak menelepon Renata sekarang?”
Tanya Rania kepada Fajar.
“Sudah lah aku tidak ingin kau melakukan nya, saat ini aku berharap kalau diri ini semakin mendalam saja. Di sisi lain aku juga tidak mau menghancurkan perasaaan nya yang sudah susah payah merencanakan nya.”
“Jadi sekarang kita hanya berdua saja?”
“Ya begitu lah, di dalam surat itukan dia mengatakan kalau kita di beri waktu sampai jam 9 menghabiskan waktu berdua saja, jadi kita harus tepat pada ucapan nya jangan merasa tersiksa Rania.”
“Aku tidak merasa tersiksa,aku masih tidak menyangka apa yang dia lakukan kepada diri kita berdua saat ini juga.”
“Iya sudah, sekarang kita harus menghabiskan waktu bersama dan menjalani apa yang sudah terjadi. Rania silakan makan jangan mengecewakan Renata saat ini.”
Ucap Fajar dengan wajah yang sangat kesal dan melakukan yang terbaik satu sama lain nya pada diri ini.
Rania tertunduk dan dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi saat ini, di dalam perjuangan tersebut dia merasa kalau diri nya menjadi tidak stabil jika melakukan nya diri ini semakin yakin saja diri ini menjadi sebuah kenyataan yang sama, mereka berdua menyantap semua makanan nya dan dia berusaha untuk terlihat bahagia lagi menjalankan nya.
Fajar terus saja memasangkan wajah yang sangat datar dia bingung harus berkata apa di dalam keadaan begini sampai dia paham apa yang di miliki nya saat ini.
“Kenapa kau melamun begitu?”
“Hm... tidak apa-apa.”
“Apa kau tidak menyukai makanan yang sudah di siapkan saat ini?”
“Aku sangat menyukai nya, jangan khawatir aku akan menghabiskan nya.”
Ucap Rania dengan wajah yang sangat kacau saja.
Rania begitu sangat kacau tidak tahu harus berkata apa lagi di sisi lain nya Renata merencanakan nya agar tidak ada yang terjadi apa pun di antara kita berdua saat ini. Di dalam perjuangan pasti akan membuat diri ini semakin yakin apa yang sudah di buat itu akan menjadi sebuah kenyataan yang sama saja satu sama lain nya.
Di sisi lain Renata yang sedang berdiam di dalam kamar tidak tahu harus berkata apa pun dia bingung dan dia tidak tahu harus mengatakan kalau diri nya semakin yakin tidak ada yang bisa dilakukan nya sampai melakukan yang terbaik untuk kedua orang yang dia sayangi itu.”
“Huft... aku berusaha untuk tenang dan mengikhlaskan kalau suamiku akan terus saja berada di sana dan dia harus mengatakan kalau dia mau melakukan yang terbaik pada diri ini semakin yakin satu sama lain.”
Renata merasa semakin yakin apa yang di rencanakan. Tidak ada yang bisa dia lakukan lagi demi kebahagiaan bersama menjalani nya saat ini.
Berpindah di restoran mereka Rania yang sekarang melakukan yang terbaik satu sama lain nya.