"Huft... Jangan menyalahkan dia harus bagaimana pastinya dia sekarang sedang tidak baik jadi kita harus menjalani semua apa yang diinginkannya, Sampai detik ini aku juga belum menghubungi Renata nya lebih baiknya Mas aja yang menghubungi dia koma-koma aku juga tidak enak berulang kali untuk mengganggu kegiatannya nanti." Rania berkata dengan nada yang sangat lemah. "Hmm... iya aku telepon dulu dia nya, ooo iya... kau tunggu di sini saja nanti taksi menjemput." Ucap Fajar kepada Rania. "Baiklah Mas, aku akan menunggu di sini." Rania tersenyum tipis dan dia merasa kalau semua nya bisa di lakukan sampai mendapatkan kebahagiaan nya, Rania hanya berharap setelah mereka bahagia dia akan pergi untuk meninggalkan keluarga yang begitu sangat harmonis ini, Entah kenapa di saat itu semuanya b

