Perang Batin Part 2*

1111 Kata

"Mau temani Mas mandi?" Meski hati Ayyana bergemuruh dan riuh seperti genderang di medan perang, Ayyana hanya mengangguk kaku. Hati dan pikirannya benar-benar tak sinkron untuk saat ini. Hatinya bergejolak meminta ia menolak, namun pikiran warasnya tetap meminta Ayyana untuk menuruti apa yang Liam tawarkan. Meski ia bisa menolaknya. Mungkin, jika tidak bersama Ayyana, Liam akan bersama dengan Keyra. Itu yang ada di pikirannya dan, hal itu pula yang menjadi ketakutan Ayyana. Maka dari itu, sebisa mungkin ia menghadirkan apa yang diminta Liam. Padahal sedari dulu dia selalu mematuhi apa yang diminta Liam, tapi Liam tega menghunuskan pedang dari belakang hingga membuat dirinya yang sabar menjadi naik pitam. Sekali lagi, Ayyana tersenyum kecut untuk ketidaktahuannya. Ayyana melihat Liam m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN