Liam's Explanation

1088 Kata

Desir angin yang berembus, tak akan membohongi dinginnya malam yang semakin menjalar. Keduanya masih larut pada pikiran masing-masing-masing. Liam dengan macbook nya dan handsfree yang terpasang sempurna di telinga, serta Ayyana yang menunggu dengan mengibas-ngibaskan rambutnya yang setengah basah. Entah kapan lamanya mereka bergelung dengan kecamuk pikiran masing-masing, ketika Ayyana menoleh pada posisi Liam. Ayyana bisa melihat rahang Liam yang mengetat sempurna dengan mata yang memandangnya tajam. Napas Ayyana tercekat. 'Bukankah yang seharusnya marah dan kecewa itu dirinya? Tapi kenapa malah Liam yang terlihat naik darah?' pikir Ayyana seraya mengembuskan napas dengan kasar. Liam menutup macbook nya dan melepas handsfree, dia menghampiri Ayyana. Namun seiring berlalunya waktu tatapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN