Pagi ini entah kenapa berbeda dengan pagi-pagi yang lainnya. Sedikit sejuk meski mentari sedikit merajuk. Pria dengan jas blazer berwarna abu yang dipadu padankan kemeja slim fit berwarna putih itu membenarkan tampilan maskulin dirinya menggunakan kaca spion mobilnya. Sejurus itu, ia mengambil tas ransel yang ia lilitkan pada bahunya yang tegap. Berjalan dengan penuh percaya diri namun masih terkesan dingin, ia mencari ruangan yang memang di hari itu, ia menawarkan diri pada sahabatnya untuk menggantikan kelas yang tak bisa diajar karena sedang terdesak masalah. Selain itu, jadwal cutinya pun sudah habis. Dan dengan anehnya, sahabatnya yang bernama Rajata itu malah menyetujui saran absurdnya. Mau tak mau ia menerima sarannya yang bisa-bisa mengatasi masalah dengan menimbulkan masala

