"Aku selalu menggunakan kondom." Liam mengatakan manakala Ayyana berusaha memejamkan matanya. Mau tak mau hal itu sukses membuat netra Ayyana terbelalak seketika dan selanjutnya memandang Liam dengan tatapan sendu. Ayyana tak mengatakan apapun. Untuk malam yang telah larut dan untuk hari kemarin, Ayyana benar-benar lelah. Lelah fisik karena menangis, lelah mental karena menerima banyak terpaan, dan lelah pikiran karena di pikirannya benar-benar di bebat habis oleh suaminya. Ayyana memejamkan mata dengan lelehan air mata. Ya, ia kembali menangis. Tak dapat disangkalnya bahwa hatinya teriris perih hanya dengan membayangkan d**a yang biasa menjadi tempatnya bersandar, dipakai juga oleh wanita lain. Tangan yang biasa untuk menggenggam jemarinya, dipergunakan juga untuk meraba wanita lain. Da

