“Mbak, ucapan yang bilang Mas Ge tamu kemarin kayaknya sedikit menyinggung hati deh!” Tutur Marni. Sejurus itu Ayyana mengernyit seraya menatap Marni. “Hati siapa?” “Ya siapa lagi, Mbak.” “Siapa? Jangan ngaco!” Ayyana menyahut dengan pikiran yang masih belum terhubung karena menata 50 pack salad dengan ukuran jumbo di kulkas freezer yang beberapa bulan lalu ia beli. “Aduh, Mbak Ayya kalau polos jangan kebangetan deh!” Ledek Marni yang geregetan hingga ke ubun-ubun. “Udah jawab aja, apa susahnya sih!” Marni menepuk dahinya sendiri dengan gemas. “Mas Gerald, Mbak!” Sejurus itu, Ayyana yang tadinya membelakangi Marni, dengan cepat menatap pengasuh putranya. “Maksudnya Mas Ge tersinggung?” “Hmm, iya Mbak. Sebaiknya Mbak Ayya minta maaf deh. Keliatan banget setelah itu dia kayak yang g

