Liam's Regret

1486 Kata

‘Saya tidak bisa menuliskan romansa seindah Allah menuliskan cerita pada setiap hamba-hamba menuju jodohnya, namun saya akan mengusahakan jika cerita ini berakhir dengan tidak menimbulkan tetes air mata. Tapi dengan mempersembahkan senyum bahagia.’ ° ° Setelah melewati gerimis dan hujan yang mengundang tangis, Liam membelah jalanan kota menuju tempat yang ia rindukan. Tempat yang ia kunjungi dalam diam namun penuh pengharapan bermacam-macam. Pengharapan untuk sang putra, pun dengan mantan istri yang dulu pernah mendampingi dirinya namun ia sia-siakan begitu saja. Dan dirinya … telah mendapat hukuman yang setimpal atas dosa-dosa yang telah ia kerjakan yang berupa penyesalan. Ya. Penyesalan yang mendalam, jika saja ia waktu itu tidak tergila-gila dengan kemolekan Isyana yang hanya bera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN