The Bastard Man

1904 Kata

"Masih banyak yang harus dikerjain?” Ayyana bertanya seraya mengangsurkan teh yang masih panas. “Banyak. Tapi istirahat juga harus. Jadi,…” Liam menghentikan ucapannya tatkala mengalihkan netra yang sedikit kecoklatan pada tubuh Ayyana. Ya. Menatap Ayyana dengan mata tak berkedip disertai dengan tatapan yang sulit Ayyana artikan. Namun, sejurus itu Liam menutup macbook dan melepas earphone yang berada di telinga sebelah kanannya. Ayyana bisa melihat senyum Liam yang tipis. Sangat tipis. Namun, Ayyana juga paham akan kabut gairah yang mulai menguar dari diri suaminya. “Come.” Liam berucap dengan mata yang berkilat. Ayyana meneguk ludah dengan kasar. “Come here,” ucap Liam lagi yang terlihat kurang sabar. “Sit down, please!” Sambungnya lagi seraya menepuk paha yang mengenakan celana jo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN