Liam masih mengingat dengan jelas kata-kata Rajata yang belum sanggup ia enyahkan. Bukan hanya wanita yang mengalami dilema, namun seorang pria juga bisa. Hanya saja, jika wanita akan lebih mementingkan perasaan dan hati, lain halnya dengan pria yang lebih memilih logikan dan egonya. Karena pria merupakan makhluk paling logis yang ada. “Mobilnya sudah siap, Pak.” Reynan menyampaikan permintaan Liam dengan hormat. Hening. Liam masih menatap kerlip lampu yang saling berpendar menerangi jalanan ibukota dan gedung-gedung lainnya. Mengembuskan napas kasar, Liam membuang karbondioksisa yang berada di paru-parunya. “Pulanglah!” “Baik, Pak,” jawab Reynan mengikuti perintah atasannya. “Saya pamit dulu. Selamat malam, Pak!” “Hmm.” Liam menjawab dengan bergumam dan mengangguk singkat. Dia masih

