"Anak Daddy cepet sembuh ya?" Bisik Liam seraya mengecup kepala Kiano yang menghangat. Kiano tak menjawab, namun sedikit merengek karena merasakan badan yang pegal dan sakit. "Daddy usahain nanti pulang cepet," sambungnya lagi. "Yaudah, Daddy berangkat dulu. Yang nurut sama Mommy, obatnya jangan lupa diminum biar nanti cepet sembuh. Nanti Daddy anterin ke kebun binatang lihat gajah sama jerapah kalau sudah sembuh," pamit Liam dan Kiano menjawab dengan anggukan. Kiano benar-benar tak bersemangat, wajah imutnya pun juga pucat hingga bibirnya memutih. Tersenyum hangat, Liam berganti menatap Ayyana yang berada di sebelah Kiano. "Nanti kalau sampai siang masih demam, kita bawa ke rumah sakit." "Iya, Mas." Ayyana ikut berdiri dan mencium pipi suaminya. "Tapi ini udah agak mendingan daripada k

