Jika memang Tuhan menghadiahkan sebuah Arjuna. Jangan jadikan aku sebagai wanita pemujanya. Namun... Cukup jadikan aku pendampingnya. Pendamping yang satu-satunya. Di dunia yang nyata. Bukan dunia fana. *** Keyra menutup pintu kamar dengan perasaan berkecamuk dan tubuh yang bergetar menahan gentar. Ia tak mengerti kenapa setiap kata yang diungkapkan Ayyana begitu benar di benaknya. Tak ada kesalahan di setiap kata yang dimuntahkannya. Bahkan setiap emosi yang terucap mewakili seluruh jiwa raga Ayyana yang mencuat. Sungguh. Ia tak ingin mempercayai ini. Tapi ini benar-benar Ayyana. Ayyana yang ceria. Ayyana yang penerima. Dan, Ayyana yang selalu penuh sukacita. Namun, hari ini Ayyana berubah menjadi wanita berbeda. Yang siap memuntahkan laharnya ketika seseorang berani mengusik pon

