Not The End

2025 Kata

Senja semakin dekat dengan kelam, pun bulan yang mulai nampak di balik awan yang mulai menghitam. Ayyana mulai dihinggapi rasa takut memperhatikan sang putra yang sedari tadi duduk dalam diam. "Kiano? Sayang?" Panggil Ayyana seraya mendekat. Kiano tak menjawab, pun dengan tatapan yang sedari tadi menunduk ke bawah memperhatikan lutut. "Sayangnya Mommy," panggil Ayyana sekali lagi untuk melihat respon sang putra namun hingga panggilan ke 3, anaknya tak kunjung menoleh. Ayyana mendekat dan meraih dagu Kiano untuk melihat ekspresi anak itu. Namun, apa yang ditunjukkan di wajah putranya masih setia dengan bisu. "Kok diam sih, Sayangnya Mommy? Kiano kenapa?" Tanya Ayyana dengan suaranya yang lembut seraya mengusap pipi sang anak. Lagi-lagi Kiano tak menjawab. Tapi sejurus itu, ia merasakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN