Lukman memohon

656 Kata
Setelah dari keluar dari rumah Nando, bang Lukman langsung berkendara menuju rumahnya, namun sebelum dia sampai di rumah, dia berhenti di sebuah taman. Bang Lukman turn dari motornya dan duduk di sebuah kursi taman. Arya hanya diam dan mengikuti bang Lukman. Di dalam pikirannya terdapat banyak sekali pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada bos nya itu, tapi tetap ia tahan karna sadar saat ini bukanlah saat yang tepat untuk menuntaskan rasa penasarannya. Setelah beberpa saat akhirnya bang Lukamn berdiri, bangkit dari duduknya. Baru saja Arya ingin berdiri mengikuti bang Lukman tapi dia dikejutkan karena bos nya itu tiba-tiba saja berlutut di depannya, membuatnya panik dan bingung. "Bang, apa yang abang lakukan? Ayo berdiri!" Tanya Arya bingung "Ar, aku mohon, tolong menikahlah dengan adikku, Hanim. Aku tidak sanggup melihatnya menanggung malu jika pernikahannya dibatalkan. Orang-orang pasti menghina dan mencemoohnya nanti, Ar." Pinta bang Lukman Arya begitu terkejut mendengar kata-kata yang diucapkan bang Lukman. Dia tidak tau harus berkata apa. Otaknya seakan lumpuh untuk berpikir seketika itu. "Tapi bang, abang tidak mengenal siapa aku sebenarnya, apa abang tidak akan menyesal menikahkan Hanim denganku?" "Aku tidak tau apa keputusanku ini benar atau tidak, aku memang baru mengenalmu dua bulan ini tapi aku yakin kau adalah laki-laki yang baik. Aku mohon Ar, menikahlah dengan Hanim, aku pastikan padamu dia adalah gadis yang sangat baik, kau tidak akan menyesal menikah dengannya. Aku mohon." Pinta bang Lukman seraya memohon "Tapi bang, aku,,," Bang Lukman tidak membiarkan Arya menyelesaikan kata-katanya, dia terus saja memohon pada Arya hingga Arya pun akhirnya menyerah. "Baiklah bang, tapi aku punya syarat untuk menikahi Hanim" ucap Arya "Apa pun syaratnya akan aku penuhi Ar. Katakan apa yang kau inginkan." Balas ang Lukman "Bukan abang, tapi Hanim yang harus memenuhi syaratku itu" kata Arya lagi "Apa syarat yang ingin kau ajukan itu?" Tanya bang Lukman agak keberatan "Abang jangan khawatir, aku tidak meminta yang macam-macam atau yang merugikan Hanim. Pernikahan ini bukan hanya tentang masa depan Hanim tapi juga tentang msa depanku. Seperti abang yang ingin Hanim bahagia, aku juga ingin bahagia dengan pernikahan kami. Aku adalah pria yang arogan dan sombong namun untuk urusan pendamping hidup aku hanya ingin satu dan untuk selamanya. Aku hanya ingin memastikan kesediaannya dan tidak akan ada penyesalan dalam hati Hanim jika dia menikah denganku. Hanya itu bang." Jelas Arya "Baiklah kalau begitu, mari kita pulang. Orang-orang pasti sudah berdatangan" Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah bang Lukman. ***** Di rumah bang Lukman, seluruh keluarga merasa khawatir karna acaranya sudah terlambat hampir setengah jam, tapi bang Lukman dan Arya belum satang juga. Rombongan pengantin pria juga belum datang. Susi sudah beberapa kali. Menghubungi ponsel suaminya namun tidak dijawab, begitu juga dengan ponsel Nando. Tak lama kemudian bang Lukman dan Arya sampai di rumah. Saat masuk ke dalam rumah mereka melihat pak penghulu dari sudah datang dan duduk di ruang tamu tempat proses ijab kabul yang sedianya akan dilaksanakan. Bang Lukman pun menyapa pak penghulu itu. "Assalamu'alaikum pak. Maaf pak kami terlambat" ucap bang Lukman "Waalaikum salam, tidak apa-apa, mas. Acaranya jadi kan? Karena saya juga akan menikahkan pasangan lain siang ini." "Insya Allah jadi pak, tapi mohon tunggu sebentar ya pak, ada sedikit masalah yamg perlu saya bicarakan dengan keluarga saya. Sebentar ya pak?" Pamit bang Lukman langsung masuk ke dalam kamar Hanim, diikuti oleh Susi dan Arya. Susi dan Hanim merasa heran karna Arya ikut masuk ke dalam kamar Hanim, namun tetap diam karna merasa ada sesuatu yang tidak beres. Setelah mereka sampai di kamar, Arya langsung menutup pi tu kamar tersebut. Melihat hal itu Susi langsung bertanya pada suaminya. "Ada apa ini mas? Kenapa baju untuk Nando mas bawa balik? Nandonya mana? Tanya Susi "Dia tidak akan datang" jawab bang Lukman "Apa? Apa maksud mas? Jangan bercanda mas. Bagaimana mungkin dia tidak datang? Hari ini adalah hari pernikahannya. Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Susi panik. Sementara Hamin sangat syok mendengar apa yang kakaknya itu katakan. Tubuhnya lemas hingga akhirnya pingsan. Bersambung.....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN