Sesuatu Yang Baru

1522 Kata
" Tapi aku bersyukur juga dengan kejadian semalam" ucap Afy Keyla menatap wajah Afy yang masih dalam pelukannya. " Aku jadi tau perasaan kamu" ucap Afy tersenyum. Keyla salah tingkah dan melepas pelukan itu. Afy menariknya kembali. " Udah gini aja biar cepat sembuh" pintanya " Aku udah dengar semuanya juga sih tadi waktu di ruang ICU" Afy mengakui " Terus?" tanya Key membolakan matanya " Cuma masih lemah, jadi dengerin kamu aja udah semangat di tambah ucapan terakhir kamu yang bilang kamu sayang aku, makin semangat buka mata deh" ledek Afy lagi. " Afy!!" teriak keyla membenamkan wajahnya di badan Afy karena malu. " Kemarin kakak, sekarang Afy, besok kakak, besoknya Afy lagi, gimana sih manggilnya ini" tanya Afy lagi " Suka-suka aku aja deh, kalau gak mood manggil nama aja!" ucap keyla ketus " Kalau aku maunya di panggil sayang gimana?" goda Afy. Wajah Key tersipu malu dan berubah jadi merah. " Sejak kapan?" tanya Afy " Apanya?" " Rasa sayangnya" " Tau ah lupa" elak Keyla " Berarti udah lama?" tanya Afy lagi " Hmmm" singkat key. Afy tersenyum lagi. Rasanya jantungnya mau meledak karena deg-degan. " Aku cuma takut aja untuk mulai, rasanya gak pantas sama kamu karena aku penyakitan" Keyla mengakui " Key udah stop! [berhenti] aku gak mau dengar itu lagi tolong, nanti aku tidur gak bangun lagi nih" ancam Afy " eh gak gak..! iya iya okey" mengalah. " Oh ya tentang Danish? kamu gak ada rasa sama dia?" tanya Afy ragu. Keyla menggeleng. "Pasti sikap kamu dingin karena lihat aku sama Danish kan kemarin?" tanya Key. " Iya.. aku kira kamu sukanya sama Danish. Jadi aku mau nyerah" mengaku " Fy, aku gak tau tiba-tiba dia datang jemput aku, gak ada alasan untuk nolak dong udah di depan rumah, terus sorenya aku di jemput lagi ke kantor eh gataunya diajak bu Indra makan malam bareng di rumahnya.. maaf ya" ucap Key menyesal " Ciee makan bareng keluarganya" Afy cemburu Keyla cemberut. " Manyun.. haha, iya gapapa kok aku ngerti, next time [selanjutnya] aku yang antar jemput kamu okey!" ucap Afy menyubit hidung Keyla. Afy udah gak merasakan sakit lagi saking senangnya. Akhirnya perasaannya terbalas. " oh ya ini tanggal berapa?" tanya Afy " 11" singkat Key " Oke pin di hape ya" " Untuk apaa?" tanya Key lugu " Hari bersejarah, jadian!" ucap Afy kekanak-kanakan. " Emang kalau sama-sama suka harus ya jadian?" tanya Key lag " Terus kalau gak ada ikatan kamu bebas mau pacaran sama siapa gitu?" ketus Afy " Ya gak gitu juga" " Berarti hubungan tanpa status dong" ucap Afy lagi " Eummm" Keyla masih mikir " Ya udah gak apa-apa kalau gak mau jadian" " Terus?" tanya Key heran " Mau nelpon Rey dan mama untuk nentuin tanggal pernikahan!" kalau gak mau jadian langsung aku nikahin!" ucap Afy semangat Keyla membolakan matanya. " Afy!!" sambi teriak mencubit Afy. Afy tertawa puas. **** Afy berisitirahat sejenak. Keyla tetap menjaganya seharian. Gak memberitahu siapapun bahkan Afy melarang memberitahu mamanya, kakaknya dan keluarganya. Afy meminta Keyla yang bertanggungjawab atas semua karena Afy senang berada di dekatnya apalagi dirawat oleh Keyla. Keyla baru keluar toilet habis wudhu dan akan sholat. Afy memperhatikan tangan Keyla yang kebetulan lengan bajunya dinaikkan sampai ke siku. Afy membiarkan Keyla sholat setelah selesai memintanya untuk duduk disamping Afy. Memegang tangan Keyla dan membalikkannya. Keyla gak sadar kalau Afy sudah tahu karena dari kemarin Keyla tutupin dan menahan-nahan rasa sakitnya. " Key, kamu luka! astaga! lihat tangan kamu memar dan luka-luka begini!" Afy panik Dilihatnya tangan satu lagi juga lebam dan luka di sikut. Keyla menarik tangannya dan menutupnya kembali. " gak apa, bukan apa-apa di bandingkan sama kamu" ucap Key " tapi itu sakit dan belum di obatin Key" Kesal afy "aku panggilin dokter ya" " Noo!! [Jangan] aku gak apa-apa entar sembuh sendiri" " Itu aku yg buat kamu luka, aku yang dorong kamu Key.. kamu terluka harus di obatin" pinta Afy " Gak apa-apa Afy!! " tegas Keyla " tolong Key dengerin aku, aku gak bisa lihat kamu kek gitu gara-gara aku!" ucap Afy sedih " Mana lagi yang sakit? " tanya Afy Keyla menggeleng. Afy hendak turun dari tempat tidur. " mau kemana?" tanya Key " Lihat kaki kamu!" ucap Afy " no no no [jangan] ( menahan afy) iya biar aku tunjukin" pasrah mengangkat celananya sampai ke lutut dan terlihatlah kaki putih nan mulusnya itu tergores luka di pinggir telapak kaki dan jari-jari kanannya. Kedua lututnya merah dan daerah tulang kering kaki kirinya biru dan lebam. Daerah pinggangnya juga memar dan lebam. Afy langsung sedih " Ya Allah key, maaf ya Key aku dorong kamu sekuat itu ternyata" " Udah gak sakit.. kamu jauh lebih parah ketimbang aku" Key ngeles Afy memencet saklar bantuan dan suster langsung masuk. Meminta suster untuk mengecek kondisi Keyla dan mengobati luka-lukanya. Keyla gak bisa menolak dan mengikuti perintah Afy dengan terpaksa. Afy menyuruh untuk melakukan CT Scan juga memastikan tidak ada yang serius pada Keyla karena tubuhnya juga mengalami benturan ke badan jalan. Syukurnya tidak ada masalah serius. *** Pagi ini keyla izin ke Afy untuk kerja karena gak enak dengan atasannya. Semula Afy gak ingin Keyla pergi karena gak ada yang jagain dia di rumah sakit. Tapi Afy gak tega lihat wajah sedih Keyla akhirnya mengizinkannya. " Pulang kerja langsung kemari ya sayang" rengek Afy " Iya" singkat key " Iya apa?" goda Afy " Iya sayangku, puas? " Afy tertawa. " Kalau butuh bantuan panggil perawat ya. Kabarin aku kalau pengen sesuatu okey" Key mengingatkan " Okey sayang hati-hati di jalan" " Hmmmh" Dengan berat hati Keyla meninggalkan Afy yang masih sakit. **** Di Kantor Pak Indra mulai menginterogasi. Key menjelaskan kejadiannya dan menunjukkan lukanya supaya pak Indra percaya. Bu Indra langsung menelepon begitu juga dengan Danish. Key pun menolak bertemu dengan mereka sepulang kerja karena Afy sendirian. Mempercepat pekerjaannya kantornya supaya buru-buru pulang. **** Membuka pintu kamar, Afy lagi menonton. "Aman?" tanya Keyla Afy menggeleng "Why? [kenapa]" tanya Key penasaran " Rindu kamu" goda Afy Tawa Keyla pecah. " Siapa yang datang? kok banyak buah?" tanya Key " Tadi siang kawan kantor pada jenguk" " Oh" Tiba-tiba ketukan pintu terdengar dari luar. Beberapa teman Afy datang lagi menjenguk. Teman komunitasnya. Keyla mempersilahkan masuk. Tiba-tiba seseorang bertanya ke Afy. " Siapa Fy?" (menunjuk ke keyla) " Calon istri aku!" mantap Afy Keyla membolakan matanya dan melotot ke Afy. Afy memperkenalkan Keyla ke teman-temannya. " Oh udah ada ya kirain gak ada, selalu sendiri soalnya haha" ledek temannya. **** Sudah lima hari Afy berada di rumah sakit. Besok ia sudah di perbolehkan pulang. Syukurnya hari sabtu Keyla libur jadi bisa menemani Afy seharian. Keyla mengemasi barang-barang, mendorong kursi roda Afy menuju parkiran dan pulang ke rumah. Kaki Afy masih bengkak karena terkilir. Key merawat kakinya dan membalurkan obat tradisional di kaki Afy. " Aku udah pesan tukang urut ya" ucap Keyla " ha? untuk apa?" tanya afy heran " Selama di rumah sakit pasti dokter gak kasih kaki kamu di urut jadi aku pesannya udah sampai rumah aja..urut tradisional lebih ampuh sepertinya untuk mengobati terkilir ini" ucap Keyla. " Di urut kamu lebih ampuh lagi sepertinya" goda Afy. Keyla mencubit hidung Afy. Benar saja kakinya sudah bisa di bawa jalan, perlahan Afy mencoba jalan dan sudah mulai pulih tidak sesakit kemarin-kemarin padahal tadi waktu di urut Afy sempat teriak-teriak kesakitan sambil memegang erat tangan keyla. " Untung ada kamu, lihat wajah kamu sedikit berkurang sakitnya" goda Afy " Apaan, wajah kamu udah jelek banget tadi kesakitan hahaha" ledek Keyla. " Oh ya perlu aku cariin ART untuk bantu-bantu kamu? " tanya Keyla Afy menggeleng " Kamu aja udah cukup, aku mau kamu aja yang jagain" pinta Afy " Siang aku kan kerja" jawab Key lagi " Gak apa-apa aku bisa sendiri kok, kan udah bisa jalan nih berkat ide kamu manggilin tukang urut. Makasi ya sayang" senyum Afy " Sama-sama" ucap Key lagi. Keyla menemani Afy di rumahnya. Masak untuk berdua dan makan berdua seperti pasangan pengantin baru. Sudah jam sembilan malam, keyla pamit pulang ke rumahnya. " Jangan pergi, aku masih sakit kalau nanti malam butuh bantuan gimana dong? ini kan bukan rumah sakit lagi yang ada suster jaga 24 jam, masa aku ditinggal sendiri di rumah" rengek afy membuat alasan " Udah malam sayang aku harus pulang" ucap keyla lembut " Temenin aku disini, kamu tidur sini aja napa" rengek afy lagi " Ntar orang mikirnya kita ngapa-ngapain lagi" ucap Keyla sedikit marah. " Tenang aja aku yang jelasin entar, lagian punya tetangga juga kek gak punya kan siapa loe siapa gue. jadi mana perduli mereka tuh dengan kita" jelas Afy " Tapi kan" Keyla belum selesai ngomong " aduh aduh kaki aku masih sakit nih, masih susah jalan" merintih kesakitan Keyla langsung memijit daerah yang sakit. Merasa bersalah lagi akhirnya ia mengalah. " Malam ini aja ya" ucap Keyla " Makasi sayang" senyum bahagia Afy tidur di kamarnya sementara Key tidur di kamar tamu. Afy begitu menjaga dan menghormati Keyla. Selalu berada di dekatnya saja sudah membuat Afy senang. " Benar-benar ada hikmah di balik ini" ucap afy ngomong dan senyum-senyum sendiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN