Mungkin Takdir

1623 Kata
Senin pagi yang cerah Afy terbangun dari tidur yang tak nyenyak karena menjaga mamanya semalaman. Hari ini Rio sudah mulai berkerja sedangkan papanya memilih untuk tetap menemani istrinya di dampingi Afy. Mamanya sudah berada di ruangan biasa karena kondisinya sudah stabil dan sudah sadar. Afy menyuapi mamanya makan, sesaat teringat lagi waktu keyla sakit dulu. " Bagaimana kerjaan kamu nak disana?" tanya mamanya " Alhamdulillah baik ma lancar, bulan lalu Afy baru dari Samarinda ada proyek baru" ucapnya "Bisnis kamu gimana? " tanya mamanya lagi " Baik ma selama di urus Roni alhamdulillah aman" ucapnya lagi " Kamu sih aneh, udah ada bisnis yang jelas malah milih jadi pegawai BUMN, apa sih yang kamu cari sebenarnya?" tanya mamanya heran Afy hanya tertawa "Im just enjoy about that ma, Im happy [Aku hanya menikmatinya ma, aku senang]" ucap afy " kapan kamu pindah kesini?" tanya mamanya lagi " Mama, afy kan pengen hidup mandiri jalanin bisnis di Indo biar Rio aja disini yang jagain mama papa" " Tapi kan kamu belum nikah, kalau tadi sudah menikah baru mama lega kamu ada temannya di sana" celetuk mama " Ehmm.. doain aja ma" kata afy " Udah ada calon?" tanya mama penasaran Afy hanya menggeleng. " Atau mama yang pilihin nih" canda mamanya " Pilihan sendiri lebih greget ma haha" canda afy dan mereka tertawa bersama saling bersenda gurau. " Papa udah datang tuh ma, Afy mau pulang dulu ya mau mandi" " Oke hati-hati ya sayang" ucap mamanya. Keluar dari ruangan menuju lantai satu langkah kaki afy terhenti melihat keyla berada di rumah sakit yang sama lagi. Kali ini ia di temani sama seorang wanita paruh baya berpakaian ART [Asisten Rumah Tangga]. Seperti hari sebelum-sebelumnya keyla terapi di temani ART kalau Rey kerja. Afy menunda niatnya untuk pulang. Duduk di kursi terpisah jauh sambil memperhatikan gerak-gerik keyla. Keyla duduk di depan ruang poli. Beberapa saat kemudian namanya dipanggil oleh suster dan ia masuk kedalam ruangan dokter untuk melakukan terapi. Afy bergegas melihat nametag yang tertulis di pintu ruang dokter onkologi (spesialis kanker). Sejenak afy berpikir dan bertanya ke perawat yang bertugas. Dilihatnya tumpukan berkas untuk pasien kanker. "Excume, Does the newly admitted patient have cancer, Miss?" [Permisi, apakah pasien yang baru masuk tadi menderita kanker bu?]" tanya afy penasaran " Yes sir [Iya pak]" " May I know what cancer is? [Boleh tahu jenis kanker apa?]" " I'm sorry sir, I cant tell you coz private. Hope u understand" [ Maaafkan saya pak, saya tidak bisa beri tahu karena ini privasi, mohon dimengerti]" ucap perawat itu " Oh I see, sorry thankyou [Oh saya mengerti, maaf terimakasih]" ucapnya meninggalkan tempat itu. Afy keluar rumah sakit menuju basemen. Tiba-tiba handphonenya berdering dilihatnya panggilan dari papanya. " Yes pap, any help? [Ya pa, butuh bantuan?]" tanya afy " Mama kamu pengen sesuatu (makanan kesukaan mama kamu) nanti kalau mau kesini titip beli ya" kata papanya " Oh afy masih di rumah sakit nih pap belum pulang, oke afy beli dulu ya, wait a minutes [Tunggu sebentar]" Beberapa menit kemudian ia pun kembali ke rumah sakit mengantarkan pesanan mamanya. Disuapinnya mamanya yang sedang nafsu makan itu. Sudah lama afy gak duduk lama bercerita dengan mamanya sambil melepas rindu, kemarin dalam pikiriannya dia gak akan pernah lagi ketemu mamanya. Rasa khawatir yang terus merasuki pikirannya. Sengaja papanya membiarkan momen anak dan ibu yang sudah lama tidak bertemu. " Ma, mama harus sehat ya" ucap afy lirih " InsyaAllah mama udah sehat kok apalagi ada kamu yang jagain disini" elak mamanya " Iya pokoknya mama harus sembuh jangan sakit lagi kek gini" pintanya " Iya iya mama harus sehat sampai kamu dan Rio nikah, mama mau lihat kalian bahagia dulu" ucap mamanya " Mamaaa!.. malah mikirin itu deh" afy kesal " Lho iya dong, anak mama sudah dewasa semua udah saatnya punya pendamping hidup apalagi kamu tuh kasian gak ada temannya di Bandung sana" repet mama lagi " Ada ma.. afy banyak teman kok disana" " Teman wanita ada? calon menantu mama gitu misalnya" canda mama Afy tertawa " Sabar ma nanti kalau ada afy kenalin kok ke mama" mamanya hanya tertawa. " Tapi mama perhatiin kamu murung terus deh dari kemarin-kemarin, ada masalah ?" mama memperhatikan wajah afy Afy coba mengelak " Ya gimana gak murung, mama kan sakit afy khawatirlah" " Mama sudah membaik gini kamu tetap murung, mama tau anak-anak mama lagi mikirin sesuatu" mencoba mengorek sebabnya " Hmmm.. gak ada ma, mama sotoy [sok tahu] deh" (menggelitik mamanya) Dan mereka pun bercanda ria bersama sampai mamanya beristirahat kembali. Afy pamit pulang ke papanya. Sebelum pulang afy ingin membeli sesuatu dan singgah sebentar di minimarket rumah sakit. Keyla yang sudah selesai terapi menggunakan kursi roda di dorong oleh ART nya menuju pintu keluar. Teringat sesuatu keyla menyuruh ART nya putar balik singgah di minimarket tersebut. Afy masih sibuk mencari barang yang dibutuhkannya. Jarak mereka hanya satu rak. Afy tidak memperhatikan sekelilingnya langsung menuju kasir. Masih melakukan pembayaran tiba-tiba barang yang dipegang keyla terjatuh saat mau sampai di meja kasir. Keyla kaget melihat sosok lelaki di depannya. Di panggilnya " Afy...???" sapa keyla Afy langsung menoleh ke sumber suara " Hai key, long time no see [ lama tidak berjumpa] ucap afy yang tidak kaget karena sudah tau keberadaan keyla ada di negara yang sama. " Ngapain disini?" tanya keyla penasaran " Eumm.. kamu mau ke kasir? silahkan ntar kita ngobrol di luar aja" kata afy keyla melanjutkan transaksinya kemudian keluar menghampiri Afy yang sudah menunggu. "Hai key" sapa afy lagi Keyla meminta ART nya untuk meninggalkan mereka sebentar. " kamu ngapain disini?" tanya key lagi " Mama aku baru oprasi, jantung. Ya di rumah sakit ini" kata afy dengan sedikit kaku dan gerogi. " Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, I'm sorry to hear that [turut perihatin], sekarang gimana keadaannya?" tanya key lagi " Alhamdulillah udah sadar, semakin membaik" ucap Afy datar " Oh syukurlah" singkat key Afy hanya diam, bingung mau bertanya atau enggak tapi masih penasaran. " Eumm.. kamu...? " melihat kearah kursi roda. belum sempat melanjutkan bicaranya keyla sudah ngerti apa maksudnya. " Im fine [Aku baik-baik saja] hanya sakit sedikit kok" kata keyla " Kanker?" tanya afy Sontak keyla membolakan matanya. " Kok kamu?" tanya keyla penasaran lagi belum sempat melanjutkan pertanyaannya tapi sudah di jawab Afy " Iya tadi aku lihat kamu nunggu di dokter onkolog" katanya lagi " Hah?" heran key " Aku baru dari ruangan mama tadi mau pulang terus gak sengaja lihat kamu masuk ke dalam ruangan". jelas afy " Oh gitu. i..iya fy" jawab key terbata karena ketahuan " udah berapa lama? kanker apa kalau boleh tau?" tanya afy " Hhmmh (menghela nafas) udah dua tahun, tumor otak" ucapnya lirih Afy shock [terkejut] dan membolakan matanya. " Jadi selama ini kamu itu udah?" blum selesai ngomong " Iya.. aku udah sakit makanya sering pusing dan sempat ngedrop [kondisi kesehatan menurun] masuk rumah sakit waktu kamu temenin dulu di Indonesia makanya aku pernah menghilang beberapa bulan lalu karena berobat kesini.. maaf ya fy sebenarnya aku gak mau orang-orang tau tentang penyakitku" kata keyla menunduk lemah " Hanya orang-orang terdekat yang tau?" tanya afy lagi Keyla mengangguk. " Okelah aku ngerti kok, turut perihatin mendengarnya key.. kalau aku tau selama ini aku bakal bantuin dan jaga kamu tapii.." ucap afy terhenti "Aku gak mau repotin kamu, maaf banget udah nyusahin kamu dulu dan maaf juga kalau selama ini gak pernah angkat atau balas chat kamu. Aku gak mau buat kamu khawatir dan gak mau kamu tahu karena aku minder dengan penyakit ini, aku juga mau fokus untuk sembuh dengan berobat kesini jadi aku jarang sekali pegang hape karna lihat hape sebentar saja langsung pusing makanya hapenya udah lama gak aku sentuh. maaf ya fy " jelasnya menunduk merasa bersalah. " Hhhhh ( menghela nafas) selama ini kamu disini ?" " iya.. aku terapi sebulan ini" ucap key lagi Afy sangat sedih mendengarnya. Ingin rasanya memeluk keyla tapi dia bukan siapa-siapa. Matanya mulai berkaca-kaca berlutut di depan keyla. " Key, jujur aku khawatir selama ini, aku nyariin kamu gak tau dimana dan kamu gak ada kabar. Sekarang aku tau kamu disini dengan kondisi yang tidak baik-baik aja.. kenapa gak jujur aja key aku bisa bantu kamu mungkin dan buat apa kamu minder sama penyakit kamu?" Afy tertunduk lemas sambil menutup matanya dengan satu tangan. " Maaf fy, aku gak mau nyusahin orang lain. maafin aku karena menghilang lagi" ucapnya lirih "Tuhan ngasih jalan kek gini lewat mamaku ternyata untuk bawa aku ketemu kamu disini. Bagaimana kondisi kamu sekarang ini? udah ada perubahan?" tanya afy menatap wajah keyla " Alhamdulillah sudah berkurang dan tumornya mengecil, sudah ada peningkatan yang signifikan kata dokter. Tapi aku harus rutin kontrol dan pengobatan intensif supaya bisa sembuh total" jelas key Afy lega mendengarnya. " Syukurlah aku ikut senang" memegang tangan key beberapa detik kemudian teringat akan Danish afy langsung melepaskan tangannya. Keyla jugaa jadi salah tingkah. " Ma.. maaaf key aku kebawa suasana maaf ya" ucap Afy lagi. Keyla hanya mengangguk kemudian mencairkan suasana. " Eumm.. yauda aku balik dulu ya" " Kamu sama siapa? berdua aja? kak rey mana?" tanya afy " Kak rey kerja, biasanya dia nemenin waktu weekend [libur akhir pekan] aja" jelas key " Naik apa pulangnya?" " Taksi" singkat key " Yauda aku anterin ya" pinta afy " Gak usah fy, aku biasa naik grab kok" " Sebagai teman key, tolong jangan tolak kali ini aja" pinta afy memohon " Mama kamu?" tanya key lagi " Ada papa yang jagain, sekalian aku mau pulang yuk aku anterin" pintanya lagi langsung mendorong kursi roda key menuju pintu keluar. Afy mengambil mobilnya kemudian membantu key untuk naik. Biasanya habis terapi key memang disarankan berkursi roda karena harus banyak istirahat beberapa jam kedepannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN