“Kenapa harus menjebakku dalam hubungan pertemanan. Jika kamu memang tidak menginginkanku lagi, tolong sudahi, Aku punya hati yang sangat rapuh.”
CaS AFM
Setelah insiden pingsan Minggu lalu. Akhirnya sekarang gue bisa tenang. Karena si kutu kupret Ziqri. Gak ganggu hidup gue lagi. Anggap lah laki-laki yang kemarin ngajak nikah itu. Cuma latihan doang. Supaya pas nikah nanti udah ga deg degan lagi. Cukup sadar posisi saya mah. Walaupun, kalau mau dibilang sekarang gue sakit hati mah sakit hati banget. Tapi buat apa Ziqri kayanya lebih bahagia sama Gadis. Beda kelas lah gue dengan si gadis. Dia mah model papan atas gue papan gilesan. Banyakin ngaca lah, biar hidup mah jangan cuma banyak gaya.
"Tarisa ke ruangan saya sekarang"
"Baik,”
Tok
Tok
"Masuk!"
"Permisi, ada apa Pak?" setelah insiden itu, hubungan gue dan ZIqri berubah menjadi dingin, sebenarnya gue sih yang mencoba menjauhi dia.
"Duduk.”
"Saya mau minta maaf sama kamu.” Sudah basi lagi Pak.
"Untuk apa Pak?”
"Saya tau, kamu sekarang sedang marah pada saya, kamu berubah menjadi dingin dan menghindar. Saya memang pantas kamu gituin, tapi sebagai laki-laki yang pernah memintamu dengan serius saya mau biacara serius lagi dengan kamu,” ucap ziqri sambil memegang tangan gue. Maksudnya apa coba? Gue mulai panas dingin jadinya.
"Maksudnya apa ya?"
"Selama ini saya sudah berpikir sangat matang, saya tidak mau menggantungkan hubungan ini, saya mau memutuskan untuk saya dan kamu, saya tau selama ini kamu terpaksa bukan, menerima saya. Buktinya cincin pemberian dari saya tempo hari saya tidak kamu pakai,” ucap Ziqri sambal tersenyum miris. Entah ada yang menusuk ke hati tapi apa?
"..." Speechless bingung mau jawab apa. Memang yang dikatakan dia benar, awalnya memang terpaksa dan masalah cincin rasanya gak pantes aja buat pakai cincin itu.
"Saya berniat untukmenyudahi hubungan kita," lanjutan kalimat yang Ziqri ucapkan membuat hati terasa ditekan begitu saja, sesak sekali.
"Hubungan apa yang anda maksud?" Gue berusaha tegar, walaupun berbicara dengan nada bergetar.
"Jangan belaga ga perduli gitu ca, saya tau kamu selalu berpura-pura ingin ke toilet padahal disana kamu menangis. Itu semua karena saya.”
Kejadian itu berkali-kali terjadi, karena secara tiba-tiba Ziqri bersikap dingin padanya.
"Ada hal yang ga harus kamu ketahui tentang saya. Tapi saya tidak bisa melepaskan kamu saya ingin kita berteman"
"Tidak!"
"Saya mohon"
"Saya terima jika anda ingin kita menyudahi semua ini, tapi maaf saya tidak bisa untuk menjadi teman anda.”
“Saya mohon Ca.”
Akhirnya gue pun menyerah. Pasrah dengan keadaan. Allah pasti akan berikan yang lebih hebat dari ziqri yang hanya seorang pengecut. Gue kuat. Pasti kuat.
"Sebagai permintaan maaf sekaligus merayakan hari pertemanan kita aku mau ajak kamu nonton. Mau kan?"
"Hmmm"
"Yes"
Dia tersenyum. Sebegitu bahagia nya kah?
Sudah dua minggu kami berteman. Hari ini, Ziqri mengajak untuk menonton film . Dia bilang sih pacarnya sibuk. Dikira gue ban serep kali. Pacarnya ga ada gue jadi cadangan. Temen kan gitu. Datang pas lagi ada butuhnya aja. Kalau kalian masih bingung, ko bisa sih gue move on secepat itu. Ya dibilang move on sih belum. Masa iya gagal nikah move on nya sebentar haha. Tapi gue selalu berusaha untuk tetap maju kedepan. Kalau bukan jodoh kan ga bisa maksa, siapa tau nanti dapetin yang lebih baik.
"Ki"
"Eh ah gadis lagi ngapain disini? " ucap dia gelagapan. loh katanya gadis sibuk, ko malah mau nonton juga. Dasar kutu kupret mah pasti sengaja mau buat gue kesel doang. Liat aja gue bales nanti!
"Nonton, kamu ngapain di sini sama tarisa nonton juga" suara Gadis masih aja lembut ya ampun kalau gue jadi dia mungkin gue akan marah. Eh iya gue lupa yang dia tau adalah gue itu sepupunya ziqri SEPUPU loh yak sepupu ketemu gede sepupu yang ga ada hubungan keluarga intinya sepupu. Intinya awal perkenalan gue dan gadis baik baik aja ko. Ga sampe cakar-cakaran.
"Iya tadi aku kasian liat si Tarisa Nangis - nangis habis diputusin pacarnya, yaudah deh aku ajak dia nonton ."
Alasan!
Dia yang mohon-mohon ke gue, yang dipaksa ikut segala ngancem mau potong gaji gue -,-
Awas lu kang somay eh maksudnya kang boong.
"Iya kan ca?" Tanya ziqri dengan nada mengancam
"Iya" gue mengangguk
"Ouh yaudah ayo kita nonton bareng aja gimana," ucap Gadis ngomong gampang banget ya bilang aja pengen ikut -,-
Ah alamat jadi obat nyamuk, jadi obat nyamuk sih gue sering tapi ini beda.
Kita masuk ke ruangan, film udah mau di mulai, gadis duduk di samping gue otomatis Ziqri di sampingnya Gadis kalian pasti ngerti lah.
Ko Kita lagi nonton film Pengabdi Setan kalian tau kan ini film serem banget. Sampe-sampe Gadis teriak beberapa kali dan menyeder di bahu Ziqri. Sesekali menempelkan mukanya ke d**a bidangnya Ziqri. ouh s**t!
Gue ga takut sama sekali, gue mengutuk Ziqri saat ini, gimana ceritanya lebih sereman liat Gadis nempel-nempel mulu ke Ziqri dibanding filmnya.
Ziqri asik dengan film dan juga gadis.minuman gue di kasih ke gadis, popcorn juga adanya di sebelah sana gue udah mulai jengah -,-
Ah sudah lah walaupun gue pergi juga Ziqri ga bakal sadar ini.
Gue pun pergi dari ruang ini tanpa sepengelihatan ziqri.
Saat sampai pintu keluar
Drett
Drett
Apri ?
Ah s**t! Gue lupa kalau kita ada janji makan malam hari ini
"Hallo " ucap gue pelan dan terbata bata karena gugup gue lupa dan malah jalan sama cowo
Lain .
"Ca kamu di mana? kamu ga apa apa kan suara kamu kenapa gitu kamu sakit?"
Duh Apri, Dede meleleh loh. Jadi cowok kok baik banget sih.
"Aku ga apa apa, kamu di mana?" kadang manggilnya gue-lu kadang aku kamu.
"Aku di Cafe ***.” Untung satu Mall
"Oke tunggu disitu aku datang 5 menit lagi "
Tanpa pikir panjang gue pun lari karena emang jarak nya ga terlalu jauh dari tempat gue sekarang.
Hos Hos Hos
Cape banget berjalan dengan sedikit berlari.
"Bang Apri"
Dia nengok gue meleleh liatnya cowo itu ganteng, cool, sempurna banget keliatannya dan rambutnya juga di potong lebih keliatan fres duh wanita mana yang ga kejang kejang liat dia.
"Hey kenepa harus lari-larian sih Ca. nih minum dulu,” ujar dia kelihatan sekali dia khawatir
"Engga ko tadi maaf kelupaan, terus berhubung tempatnya deket yaudah langsung lari jadinya maaf yaa" ujar gue sedih.
"Buat apa?"
"Kesel banget deh, gue kaya anak majikan jalan sama juragannya. Salah kostum begini coba" jawab gue pelan iya gue baru sadar akan penampilan gue saat tadi tante - tante bisik bisik sama temennya
"Jeng ko mau mau nyah Yah cowo itu sama cewe kek gitu lusuh banget juga ga cocok banget sama cowo nya yang ganteng banget rapi lagi"
"Iya jeng kalau anak cowo itu anak saya udah saya suruh putus kali"
Duh sakit banget sih
Di sana di sakitin ziqri
Disini malah di sakitin tante tante jahat banget sih mereka gue kan juga ga tau kalau ini dinner formal sejelek itu kah gue?
"Ga ada bedanya ca, mau dandan mau kaga juga ga ada bedanya"
"Parah banget sih, iya tau jelek"
"Maksudnya tetep cantik walau ga dandan juga"
"Iya sih udah cantik dari lahir"
"Hahahah " dan kita tertawa bersama sesaat gue melupakan kesedihan.