# Tuan Susetya sama sekali tidak menyangka kalau kehancuran akan datang kepadanya dalam keadaan seperti ini, terutama secepat ini. Terlebih lagi di saat-saat genting seperti ini dan masih ditambah lagi putrinya malah menghilang. Ia menggeram marah. “Arya Darmawangsa….” Tuan Susetya menatap pintu yang tertutup setelah kepergian Tuan Dhaneswara dengan tatapan kesal. Pikirannya sedang memikirkan banyak hal, terutama kenapa Lani harus menghilang disaat yang sama dengan memburuknya kondisi perusahaannya? Ia yakin sepenuhnya kalau Arya Darmawangsa-lah yang berada di balik semua kemalangan yang menimpanya bertubi-tubi saat ini dan juga dibalik menghilangnya Lani─ putrinya. Saat itu, ponselnya berbunyi dan Tuan Susetya menyeringai saat melihat nomor yang tertera di ponselnya. Ia memang t

