Bab 81 : Aku Memang Ingin Kau Mati 1

1447 Kata

# Arruna melangkah perlahan di samping kolam renang dengan anggur di tangannya. Ia jelas mulai mabuk karena langkahnya yang sempoyongan. Ia baru akan melangkah lagi saat sebuah tangan mungil menyentuh ujung jarinya. “Mama… ayo macuk, cudah mayam… tidak boyeh belenang nanti cakit.” (Mama…. ayo masuk, sudah malam… tidak boleh berenang nanti sakit) Arruna menoleh dan ia melihat putranya Gi yang baru berusia tiga tahun saat itu. Tangannya yang gembul memegang erat ujung jari Arruna dan berusaha menariknya menjauh dari kolam renang. Arruna menatap Gi dan tertawa. Ia meraih dagu mungil putranya dengan sedikit membungkuk . “Ahhh….anak mama Gi. Kau khawatir ya? Anak bodoh.” Arruna mencubit pipi gembil Gi dengan sedikit keras hingga anak itu meringis. Meski begitu Gi sama sekali tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN