# Mahendra masih menunggu jawaban Arruna untuk pertanyaan yang ia lontarkan, tapi tampaknya Arruna sama sekali tidak berniat sedikitpun untuk memberi penjelasan kepadanya. “Arruna…apa aku tidak cukup bisa diandalkan dimatamu? Apa aku tidak cukup bisa dipercaya untuk mendengar semua keluh kesahmu? Atau apa aku tidak bisa menjadi tempat berlindung untukmu? Seharusnya, kalau ada orang yang melakukan hal seperti itu kepadamu….akulah orang pertama yang seharusnya kau cari dan kau minta untuk melindungimu…” “Masalahnya… apa kau akan mempercayaiku?” Arruna memotong kalimat Mahendra. Untuk sesaat, tatapannya terlihat sendu meski ia tidak benar-benar menunjukkannya. “Apa?” Mahendra menatap Arruna bingung. “Mama akan meninggalkan kalian berdua agar bisa berbicara berdua dengan lebih leluasa. Ar

