# Shasha mendorong Arruna menjauh darinya. “Sebenarnya apa yang kau rencanakan? Kau sudah gila yah Arruna? Kau benar-benar sudah gila?” Arruna tersenyum. “Di tempat ini, hanya kau yang benar-benar perduli pada apa yang akan terjadi pada Mahendra. Karena itu aku berharap aku tidak salah telah mempercayaimu,” ucap Arruna datar. Wajah Shasha memucat. “Kalau kau melakukan ini, mungkin saja kau ….benar-benar akan mati di tangan …Om Arya…,” ucap Shasha dengan nada suara tersendat. Senyum di wajah Arruna menghilang. “Orang yang sudah berusaha membunuh anakku dengan racun, kali ini benar-benar bersimpati padaku? Itu tidak cocok denganmu Shasha,” ucap Arruna. Shasha terdiam. Arruna benar, sejak kapan ia merasakan simpati pada Arruna? Dia bukan orang yang benar-benar baik, tapi sebenarnya

