# Arya Darmawangsa menatap Mahendra dengan tatapan yang semakin dingin. “Kalau kau benar-benar ingin mati disini…..” Ia tidak jadi melanjutkan kalimatnya. Ada bagian dalam dirinya dengan dorongan yang sangat kuat untuk benar-benar menarik pelatuk itu. Di sisi lain, baik Arruna maupun Lani tampak tercengang menatap adegan itu. Lani memalingkan wajahnya, ia tidak sanggup melihat adegan yang terlalu mengerikan itu. Arya benar-benar tergoda untuk menghabisi keponakannya itu, akan tetapi saat ia berpaling dan melihat Arruna yang menatap Mahendra penuh emosi, seketika ia teringat isi surat wasiat itu. Tidak bisa begini. Jika Mahendra mati di tangannya seperti ini, dia tetap tidak akan bisa mendapatkan apa-apa dari aset dan harta keluarga Darmawangsa. Seluruh rencananya akan hancur. Ia har

