# "Memilih?!" Mahendra menatap Tria dengan wajah tidak percaya. Bagaimana mungkin semua orang berpikir kalau Arya Darmawangsa ingin agar ia memilih di antara Lani dan Arruna? Taka bangkit berdiri dan menepuk bahu Mahendra pelan. "Tenangkan dirimu. Tria mungkin juga berkata benar. Setidaknya itulah satu-satunya alasan yang juga kupikirkan saat aku tahu kalau Paman menculik Lani dan kemungkinan besar Arruna dan Gi juga. Kalau kita lapor Polisi sekarang dan membiarkan pihak berwenang yang mengambil alih, bisa jadi malah akan membahayakan semua orang," ucap Taka. "Lalu apa? Kita diam saja? Cctv RS sempat merekam Shasha bersama Runa, tapi bahkan Shasha tidak menjawab ponselnya. Dia memegang wasiat terakhir ayahmu Mahendra, jika pamanmu sampai tahu..." Nyonya Ayudia tidak jadi melanjutkan

