Celine memegang perutnya untuk menahan urin yang mendesak ingin Keluar. Dia berlari terbirit-b***t pergi ke kamar mandi. Padahal dia masih penasaran dengan Darchen, tapi karena kondisi genting, dia tidak bisa berpikir jernih lagi, dia tidak bisa menahannya lagi. "Semoga itu dia," harap Celine sambil membuka pintu kamar mandi hendak keluar. Dia kembali ke depan untuk melihat Darchen di sekitar kuda itu berada. Mustahil jika Darchen duduk manis di dalam warung, dia tipe orang yang sukar makan dan minum, bahkan pantang ke tempat ramai sebab takut diperhatikan banyak orang perkara dia adalah seorang pangeran terkenal. Untuk itu Celine menatap ke luar untuk melihat Darchen di sana. Bisa jadi dia meletakkan kudanya di depan kedai tersebut agar tidak terkena hujan. Melihat betapa derasnya huja

