Mutan yang berbentuk burung dengan ukuran yang memukau sedang mendiami pulau yang dulu dikelilingi kota di sepanjang pantai. Memang tak semua burung bisa mendarat dengan selamat. Namun juga kebagian besar bisa membangun sarang dan meletakkan telur di sana. Perlawanan manusia tak begitu saja sirna. Panah berukuran besar masih saja ditembakkan ke kawanan burung tersebut. Tak sedikit telur yang sengaja dirusak agar jumlah keturunan burung berkurang. Namun jumlah manusia sendiri turut berkurang karena mendapatkan perlawanan balik. Terlebih lagi beberapa dari mereka dieksekusi karena lepasnya para hewan mutan. Beberapa pasukan yang tersisa memilih untuk bersembunyi sambil mencari taktik. Saat yang lain sedang bersembunyi karena kalah, saat itulah Amut dan Yina keluar dari tempat persembunyian

