Author POV Arsen tidak langsung pulang. Ia berhenti di depan minimarket kecil yang lampunya terlalu terang untuk malam yang mulai datang. Tangannya merogoh ponsel, mengetik sesuatu hingga nama Ivan menyala di layar. Ada ragu sepersekian detik sebelum akhirnya Arsen menekan panggilan. "Lo di mana?" suara Arsen datar. "Kenapa?" jawab Ivan dingin. "Kalau mau ribut, cari waktu lain, gue sibuk." "Sibuk kencan dengan Hana, calon wakil ketua osis?" ucap Arsen menatap lurus ke area dalam minimarket yang di mana Ivan berdiri bersebelahan dengan siswi kelas 11 itu sembari membawa keranjang belanjaan. Hening singkat di seberang. Ivan mendapati Arsen berdiri di depan minimarket dengan senyum remeh. Senyum penanda bahwa perang di mulai. "Gue perlu ngobrol soal Bell, kalau lo ga sibuk." ucap Arse

