Author POV Kantin sekolah siang itu tidak terlalu ramai, tapi cukup berisik untuk membuat kepala Bell ikut penuh. Bell, Romeo, Jerry, dan Daffa duduk di meja panjang, masing-masing dengan ekspresi sok bijak yang biasanya muncul tiap kali mereka merasa jadi pemeran utama drama hidup. Bell duduk di sebelah Romeo, mengaduk nasi gorengnya sembari meniupnya, "Gue kesel dah sama mata pelajaran Inggris. Sumpah, hidup gue kayak dijadiin bahan eksperimen. Hari ini gue disuruh maju, ngobrol bahasa inggris sama dia, eh pas ulangan nilai gue remedial, salahnya gatau dimana." "Soalnya lo muka bule ngga, tapi keturunan inggris tapi ngomong inggris juga belepotan," sahut Jerry santai. "Krisis identitas" sambung Romeo. Bell mendengus, lalu memasukkan suapan besar nasi goreng ke mulutnya. "Lo kan juga

