CHAPTER 62

1239 Kata

Mata Gabriel melebar ketakutan ketika melihat darah yang keluar dari tubuh Keino. Ia lalu berjalan pincang menghampiri Keino. Gabriel tak peduli dengan rasa sakit yang dialaminya. Ia tak mengerti apa yang terjadi. Yang ia ingat Keino berlari ke arahnya dan mengangkatnya paksa dari sepeda lalu tiba-tiba ia mendengar suara tabrakan yang kerad dan ia terlempar tak jauh dari omnya. “Cepet telfon ambulan.” “Tabrak lari!” “Ada yang inget platnya nggak?” “Ambulan..telfon ambulan.” “Air-air..” Sampai di samping Keino, Gabriel menatap Keino dengan badan yang gemetar. “Are... Youh right??” Tanya Keino dengan nafas tersenggal. Keino menatap Gabriel khwatir. Badan Gabriel memiliki banyak luka. Keino berusaha membersihkan darah yang menetes di kepala Gabriel. “Ya ampun anak kecil ini.. Kasian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN