Putus asa? Itulah yang dirasakan Rasya. Adiknya sama sekali belum sadar sejak kemaren. Ia menangis ketakutan. Rasya tak bisa kehilangan Keino. Baginya, Keino adalah kehidupannya. Jika Keino diambil secepat ini bagaimana caranya ia bertahan untuk waktu yang lama? Hampir seumur hidupnya, ia menghabiskan waktunya dengan Keino. “Bangun Keino... Kakak cuma punya kamu.” isak Rasya. “Keino...” isaknya. Rasya menangis disamping Keino. Ia mengingat kenangannya kebersamaannya dulu dengan adiknya itu. Keino sering sekali sakit. Tapi, tak pernah sekalipun Keino mengeluh kepadanya jika ia sakit. ****❤**** “Kakak... Kakak udah pulang?” Tanya Keino ketika ia pulang dari pekerjaannya. Keino tersenyum menatapnya. “Aku masakin kesukaan kak Rasya.” Ucapnya lagi

