Rasya menatap kesal Aril yang berada di kamarnya. Bagimana tidak, laki-laki itu baru saja membangunkan anaknya yang tertidur hanya untuk sebuah pertanyaan bodoh. Rasanya Rasya ingin sekali memukul kepala Aril yang tidak mempunyai otak itu. “Sorry Rasya.” Ucap Aril tulus. Rasya mendecak. Ia lalu mengusir Aril. Jadi mau tak mau ia pun Aril kembali masuk kedalam kamarnya. Dan barulah Rasya bisa beristirahat. Tapi tak lama Rasya bangkit kembali, kini ia lebih memilih berjalan menuju Balkon. Tak lama ia mendengar suara pintu terbuka dan tertutup pelan. Rasya berbalik. Kini ia menjumpai Aril kembali dengan membawa sebotol wine. Aril mendekati Rasya dengan tersenyum lebar. “Non alkohol kok.” Kata Aril yang kini memberikan kepada Rasya. Rasya menerimanya. Aril pun menuangkan wine itu ke ge

