Aril menatap jengkel Rasya. Perempuan itu sama sekali tak menganggapnya. Terlebih melihat Rasya yang sangat dekat Bara membuat Aril ingin berteriak marah sekarang. Tapi dia tak punya hak untuk berbicara disini. Karena jika ia berbicara Rasya akan langsung menendangnya keluar. “Sya... Armani lagi butuh model parfum buat keluaran terbaru mereka. Lo nggak mau nyoba?” Tanya Bara. “Kali di terima. Lo cuma tinggal kirim foto terbaik lo aja sama video singkat. Lumayan.. Lo kan bisa ke Milan gratis.” Rasya tersenyum antusias mendengarnya. “Coba aja. Ntar gue bantuin.” Ucap Bara menyakinkan. Rasya menganguk cepat. Ia akan mencoba mendaftar. Meskipun nanti gagal tak apa. Ia sudah mencobanya. “Makasih Bar.” Ucap Rasya bahagia. Perasaan Aril sakit melihatnya. Rasya terlihat sangat baha

