Keino menatap Rasya khawatir. Kakaknya tiba-tiba jatuh sakit. Badannya sendiri demam tinggi. Ia bingung kini. “Gapapa No.” Ucap Rasya menenangkan. “Kakak cuma pusing aja.” Lanjutnya. “Kakak demam.” Ujar Keino pelan. “Kamu nggak sekolah?” Tanya Rasya. “Kakak gimana?” “Gapapa. Habis ini juga enakan. Oh ya, Gabriel nggak usah di jemput dulu. Biar kakak aja nanti yang jemput.” Keino menganguk. “Nanti kalau ada apa-apa telfon ya.” “Iya ah.. Bawel!” Keino mencium kening Rasya dan langsung berangkat sekolah. Rasya memejamkan matanya kembali. Rasya tak sadar berapa lama ia tidur. Kepalanya benar-benar pusing. Ia baru ingat jika ia belum menyentuh makanan sejak kemaren. Benar-benar merepotkan. Kenapa ia harus pake acara jatuh sakit segala?? Benar-benar menjengkelkan. Ras

